WhatsApp Icon
65 Pasangan Calon Pengantin ikuti Bimbingan Perkawinan di Griya Mayang Bersama APRI dab Baznas Kota Jambi

65 Pasang Calon Pengantin Ikuti Bimbingan Perkawinan di Griya Mayang Bersama APRI dan BAZNAS Kota Jambi

Jambi, 13 Agustus 2026 — Sebanyak 65 pasang calon pengantin mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan yang dilaksanakan oleh Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Jambi, bertempat di Ruang Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana dan Ibu Wali Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadia, Sp.OG sebagai narasumber utama. Bimbingan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki bekal pengetahuan, mental, spiritual, dan sosial dalam membangun keluarga yang harmonis.

Dalam arahannya, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana menekankan bahwa pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi juga membangun keluarga yang menjadi tempat tumbuhnya kasih sayang, pendidikan, dan nilai-nilai kehidupan.

“Pernikahan adalah awal dari perjalanan panjang membangun keluarga. Karena itu, calon pengantin harus mempersiapkan diri, bukan hanya secara administratif, tetapi juga secara mental, spiritual dan ekonomi. Kita ingin keluarga-keluarga di Kota Jambi menjadi keluarga yang kuat, harmonis dan mampu melahirkan generasi yang berkualitas,” ujar Maulana.

Sementara itu, Ibu Wali Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadia, Sp.OG memberikan pesan agar pasangan calon pengantin senantiasa membangun komunikasi yang baik, saling menghargai dan menjaga kesehatan keluarga.

“Keluarga yang bahagia dibangun dengan komunikasi, kesabaran, saling menghormati dan kepedulian. Suami dan istri harus menjadi pasangan sekaligus sahabat yang saling mendukung dalam suka maupun duka,” tutur Hj. Nadia.»

BAZNAS Kota Jambi Sosialisasikan Program kepada Calon Pengantin

Kegiatan tersebut turut menghadirkan SANANDAR, S.E., M.E., salah satu pimpinan BAZNAS Kota Jambi, sebagai narasumber. Dalam kesempatan itu, Sanandar menyampaikan materi mengenai pentingnya kepedulian sosial, zakat, infak dan sedekah sekaligus memperkenalkan berbagai program BAZNAS Kota Jambi kepada para calon pengantin.

Sanandar mengatakan, membangun keluarga tidak hanya membutuhkan kesiapan ekonomi, tetapi juga kepedulian terhadap sesama.

“Ketika membangun rumah tangga, kita tidak hanya berpikir bagaimana keluarga kita menjadi sejahtera, tetapi juga bagaimana keberadaan keluarga kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Zakat, infak dan sedekah adalah bagian dari upaya membangun kepedulian dan keberkahan dalam kehidupan keluarga,” ujar Sanandar.Ia juga mengajak para calon pengantin untuk menjadikan kebiasaan bersedekah sebagai bagian dari kehidupan rumah tangga.

“Semoga keluarga yang dibangun hari ini menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sekaligus keluarga yang gemar berbagi. Sedekah bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan keberkahan dalam keluarga,” tambahnya.»

Ketua APRI Kota Jambi H. Hasbullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa bimbingan perkawinan merupakan kesempatan penting bagi calon pengantin untuk mendapatkan bekal sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

«“Bimbingan ini kami laksanakan agar para calon pengantin memiliki bekal yang cukup dalam membangun keluarga. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, mandiri dan penuh keberkahan,” ujar H. Hasbullah.»

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh kekeluargaan. Para calon pengantin mendapatkan berbagai materi sebagai bekal untuk menjalani kehidupan berumah tangga, termasuk membangun komunikasi, menjaga keharmonisan keluarga, kesiapan ekonomi, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak dan sedekah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan 65 pasang calon pengantin dapat memasuki kehidupan rumah tangga dengan kesiapan yang lebih baik dan mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta turut berkontribusi dalam membangun masyarakat dan Kota Jambi yang lebih sejahtera.

13/08/2026 | Kontributor: Humas
Walikota Jambi bersama pimpinan Baznas Kota Jambi Sowan ke Baznas RI Perkuat Sinergi hadirkan empat Program Strategis  untuk Mustahik

Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026 – Dalam rangka memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Jambi, BAZNAS Kota Jambi, dan BAZNAS RI, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. melakukan kunjungan silaturahmi (sowan) ke BAZNAS RI.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Jambi didampingi oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Jambi, yaitu Sanandar, S.E., M.E., Suparman, S.Pd., Fakhruddin, S.E., dan H. A. Rahim, S.P.

Rombongan disambut langsung Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan H.Idy Muzayyad,SH., M.Hi dan Eka Sulityo Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan serta jajarannya.

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan membahas penguatan program pemberdayaan zakat yang akan direalisasikan di Kota Jambi. BAZNAS RI memberikan dukungan terhadap beberapa program prioritas yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para mustahik serta memperkuat pelayanan sosial dan kemanusiaan di Kota Jambi.

Program yang di ajukan diantaranya 

1. Bank Sampah (7 Titik)

Program Bank Sampah akan dibangun di tujuh titik sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan. Selain mengurangi volume sampah, program ini memberikan nilai ekonomi bagi Mustahiq melalui pengelolaan sampah yang bernilai jual. Mustahik tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memperoleh tambahan penghasilan dari hasil pengelolaan sampah.

2. Z-Corner di Kawasan Kolam Retensi

Z-Corner merupakan pusat pemberdayaan ekonomi mustahik yang akan menjadi wadah bagi pelaku UMKM binaan BAZNAS. Lokasi di kawasan Kolam Retensi diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif, promosi produk UMKM, sekaligus destinasi masyarakat yang memberikan dampak ekonomi berkelanjutan.

3. Mobil BAZNAS Tanggap Bencana (BTB)

Mobil BTB akan memperkuat kesiapsiagaan Kota Jambi dalam menghadapi bencana maupun keadaan darurat. Kendaraan ini akan dimanfaatkan untuk penyaluran bantuan logistik, layanan kemanusiaan, evakuasi, serta respon cepat terhadap masyarakat yang membutuhkan.

4. Bantuan Usaha Mikro

Program Bantuan Usaha Mikro diberikan kepada para mustahik berbasis komunitas. Bantuan berupa modal usaha, pendampingan, serta pembinaan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga sehingga mustahik dapat bertransformasi menjadi muzaki di masa depan.

Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS RI terhadap pembangunan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memberikan perhatian kepada Kota Jambi. Program-program ini sangat strategis karena menyentuh aspek lingkungan, ekonomi, sosial, dan kemanusiaan. Pemerintah Kota Jambi siap bersinergi agar seluruh program dapat berjalan optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan."

Sementara itu Pimpinan BAZNAS Kota Jambi Sanandar, S.E., M.E. menegaskan bahwa kepercayaan dari BAZNAS RI merupakan amanah besar yang harus diwujudkan melalui program yang tepat sasaran.

"Kami siap mengawal seluruh program ini agar terlaksana secara profesional, transparan, dan akuntabel. BAZNAS Kota Jambi akan memastikan seluruh bantuan benar-benar memberikan dampak nyata bagi mustahik, sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat di Kota Jambi."

Senada dengan 

Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.H. menyampaikan bahwa BAZNAS RI terus mendorong daerah yang memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan program pemberdayaan.

"Kami melihat semangat kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kota Jambi dan BAZNAS Kota Jambi. Oleh karena itu, BAZNAS RI siap mendukung program-program yang berorientasi pada pemberdayaan mustahik agar manfaat zakat semakin luas, produktif, dan berkelanjutan."

Pimpinan BAZNAS Kota Jambi Fakhruddin, S.E. yang membidangi pengumpulan menyampaikan bahwa keberhasilan program pemberdayaan sangat bergantung pada meningkatnya penghimpunan ZIS.

"Kami akan terus memperkuat strategi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, masjid, serta berbagai institusi. Semakin besar penghimpunan ZIS, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Jambi." Ujar Fakhruddin selaku pimpinan Baznas Kota Jambi bidang Pengumpulan ZIS

Harapan yang sama di sampaikan 

Suparman, S.Pd. mengatakan bahwa sinergi dengan BAZNAS RI menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Kami optimis program-program ini akan membawa manfaat besar bagi mustahik dan memperkuat kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS."

Di sela sela kegiatan kunjungan H. A. Rahim, S.P. berharap seluruh program dapat segera direalisasikan.

"Kami siap mendampingi pelaksanaan program hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan umat di Kota Jambi." Ujarnya selaku pimpinan Bidang Adm dan sumber daya amil baznas kota jambi.

Melalui kunjungan ini diharapkan sinergi antara Pemerintah Kota Jambi, BAZNAS RI, dan BAZNAS Kota Jambi semakin kuat sehingga berbagai program pemberdayaan dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat yang luas bagi para mustahik, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Jambi yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan melalui optimalisasi pengelolaan zakat.( Humas )

07/08/2026 | Kontributor: Humas
Baznas Kota Jambi paparkan strategi optimalisasi ZIS Dihadapan Anggota Komisi IV DPRD Kota Jambi

 

JAMBI, 1 Agustus 2026 – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi dengan Komisi IV DPRD Kota Jambi berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) di Ruang Komisi DPRD Kota Jambi. Pertemuan ini bertujuan membahas langkah-langkah optimalisasi pengelolaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Jambi.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, yang menyambut hangat kedatangan seluruh unsur pimpinan Baznas Kota Jambi. Turut hadir dalam kesempatan itu, Ketua Baznas Kota Jambi, Dr. Muhammad Padli, beserta jajaran wakil ketua, yaitu Fahruddin, Suparman, Sanandar, dan H. Rahim.

Dalam paparannya, Dr. Muhammad Padli menyampaikan sejumlah program strategis yang telah dan akan dilaksanakan Baznas Kota Jambi, termasuk perluasan jangkauan penyaluran ZIS, peningkatan transparansi pengelolaan dana umat, serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait.

"Pertemuan ini sekaligus ajang silaturrahmi dan ajang tukar pikiran terkait pengelolaan ZIS di Baznas kota jambi,berharapa Anggota DPRD kota jambi sebagai wakil rakyat bisa berkolabirasi dengan baznas kota jambi terkait kemiskinan di kota jambi. Ujar Dr Muhammad Padli,selaku ketua Baznas Kota Jambi. 

"Optimalisasi ZIS bukan hanya tentang peningkatan jumlah pengumpulan, tetapi juga memastikan penyaluran yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi pengentasan kemiskinan serta pemberdayaan ekonomi umat," ujar SANANDAR, S.E.,M.E, RFP, Selaku Wakil Ketua bidang Prencanaan, Keungan dan Pelaporan 

Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi menyambut positif paparan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Baznas dalam mengoptimalkan potensi ZIS di Kota Jambi. Pihaknya juga mendorong Baznas untuk terus melakukan inovasi, terutama dalam hal digitalisasi penghimpunan dan pelaporan keuangan yang akuntabel. "Komisi IV akan mendorong agar anggaran dan kebijakan yang dibutuhkan Baznas dapat dipenuhi, termasuk dalam hal penguatan kelembagaan dan sosialisasi kepada masyarakat," tegas Martua Muda Siregar, S.E. Selaku Ketua Komisi IV.

RDP yang berlangsung selama dua jam ini diakhiri dengan kesepakatan untuk meningkatkan koordinasi secara berkala antara Baznas dan DPRD, serta pembentukan tim kecil guna mengkaji regulasi pendukung pengelolaan ZIS yang lebih efektif dan efisien di Kota Jambi. (Humas Baznas Kota Jambi)

05/08/2026 | Kontributor: Humas Baznas
Sinergi Bank 9 Jambi dan Baznas Kota Jambi: Gelar Istighotsah dan Lestarikan Budaya ‘Baselang Ka Umo’ di Seberang Jambi

 Sinergi Bank 9 Jambi dan Baznas Kota Jambi: Gelar Istighotsah dan Lestarikan Budaya ‘Baselang Ka Umo’ di Seberang Jambi

**JAMBI** – Komitmen Bank 9 Jambi dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi dalam memperkuat nilai sosial, keagamaan, dan kebudayaan terus ditunjukkan secara nyata. Melalui kolaborasi program *Corporate Social Responsibility* (CSR) dan pendayagunaan dana zakat, kedua lembaga ini merangkul masyarakat Kota Seberang Jambi melalui menggelar **Istighotsah** bersama sekaligus mendukung tradisi gotong royong **'Baselang Ka Umo'**.

Langkah strategis ini mendapat apresiasi dari pengamat perbankan, **Laila Farhat**. Ia menilai sinergi antara Bank 9 Jambi dan Baznas Kota Jambi berhasil menghadirkan pendekatan sosial yang holistik—menggabungkan penguatan spiritualitas, pelestarian kearifan lokal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

> "Program CSR Bank 9 Jambi yang berkolaborasi dengan Baznas Kota Jambi—mulai dari kegiatan keagamaan seperti Istighotsah, bantuan sarana ibadah, hingga dukungan pada tradisi lokal *baselang ka umo*—merupakan investasi sosial yang sangat penting. Langkah ini mampu merawat solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Jambi," ujar Laila Farhat, Rabu (29/7/2026).

### Merawat Tradisi 'Baselang Ka Umo' dan Nilai Keagamaan

Kawasan Kota Seberang Jambi sejak lama dikenal sebagai benteng peradaban Islam dan pusat kebudayaan Melayu Jambi. Salah satu kearifan lokal yang masih dijaga adalah **baselang ka umo**, yaitu tradisi gotong royong antarwarga saat turun ke sawah untuk menggarap lahan pertanian.

Dukungan Bank 9 Jambi dan Baznas Kota Jambi dalam kegiatan sosial-keagamaan ini diwujudkan dengan merangkaikan tradisi *baselang ka umo* bersama ritual **Istighotsah**. Doa bersama ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat sekaligus permohonan keberkahan atas hasil pertanian dan keselamatan daerah.

Menurut Laila, kehadiran Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan lembaga zakat dalam tradisi kemasyarakatan ini memberikan dampak multidimensi:

 * **Penguatan Nilai Spiritual:** Kegiatan Istighotsah dan pembinaan sarana ibadah memperkokoh benteng moral serta kehidupan beragama warga.

 * **Pelestarian Budaya Lokal:** Dukungan langsung terhadap *baselang ka umo* menjaga nilai-nilai gotong royong agar tidak tergerus arus modernisasi.

 * **Pemberdayaan Ekonomi & Sosial:** Menjadi saluran bantuan sosial dan pendampingan ekonomi bagi kelompok tani maupun masyarakat yang membutuhkan di kawasan Seberang Jambi.

### Membangun Kepercayaan Melalui Modal Sosial

Selain merawat infrastruktur keagamaan dan kebudayaan, kemitraan antara Bank 9 Jambi, Baznas Kota Jambi, dan masyarakat dinilai efektif memperkuat hubungan harmonis antara dunia usaha, pemerintah, dan warga setempat.

Laila menegaskan bahwa reputasi dan kepercayaan publik (*public trust*) terhadap Bank 9 Jambi tidak hanya diukur dari kinerja finansial semata, melainkan dari sejauh mana keberadaannya memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui pelayanan perbankan yang baik, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang konsisten dan menyentuh akar budaya lokal. CSR dan bantuan sosial yang menyasar kebutuhan dasar warga akan memperkuat modal sosial daerah," jelasnya.

Sinergi berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi *role model* kolaborasi antara BPD dan lembaga zakat dalam mendukung pembangunan daerah yang seimbang—baik dari aspek ekonomi, sosial, spiritual, maupun pelestarian budaya Melayu Jambi.

 

29/07/2026 | Kontributor: Humas Baznas Kota Jambi
Jemput "Bola"  Baznas Kota Jambi Lakukan  Kunjungan kerja  Ke Baznas  RI

Jakarta, 27 Juli 2026 – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi melakukan kunjungan kerja ke Kantor Baznas RI di kawasan Matraman, Jakarta, Senin (27/7). Kedatangan rombongan pimpin Baznas Kota Jambi yang turut hadir Bapak Sanandar, S.E., M.E., didampingi Suparman, S.Pd, Fakhruddin, dan H. A. Rahim.

Kunjungan ini bertujuan menjemput sejumlah program unggulan Baznas RI untuk dapat dikolaborasikan dengan Baznas Kota Jambi, terutama dalam rangka memperkuat program pemberdayaan ekonomi dan bantuan zakat produktif bagi masyarakat Kota Jambi. Rombongan disambut hangat oleh Pimpinan Baznas RI, H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., didampingi Direktur Pemberdayaan Budi Eka serta Kepala Divisi Pendistribusian.

Dalam pertemuan tersebut, Diskusi yang santai namun bermakna untuk kemajuan Baznas kota jambi, membahas terkait sinergi program Baznas Pusat, di antaranya Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang menjadi salah satu prioritas nasional, serta berbagai program pemberdayaan berbasis zakat produktif untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik, Program-program yang dijajaki antara lain Pemberdayaan di bidang perikanan untuk para Mustahiq hingg bantuan modal usaha bagi UMKM binaan.

Sementara itu pimpinan  Baznas RI  Bidang  Riset,Pengembangan, perencanaan dan Inovas Bapak  KH. Syarifuddin, S.Ag., M.E." MenyampaikanKami sangat mengapresiasi inisiatif Baznas Kota Jambi yang proaktif menjalin komunikasi dan sinergi dengan Baznas RI. Kolaborasi ini penting untuk memastikan program-program pemberdayaan zakat dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Kami siap mendukung Baznas Kota Jambi dalam mengimplementasikan program-program unggulan seperti RLHB dan pemberdayaan UMKM, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya di Kota Jambi."

Sementara itu disela sela kunjungan tersebut salah satu pimpinan Baznas Kota Jambi, Sanandar, S.E., M.E. Selaku Wakil Ketua III Baznas Kota Jambi menuturkan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis kami untuk menjemput program-program Baznas RI yang bisa kami bawa untuk mustahiq yang ada di KotaJambi. Kami ingin membawa pulang program-program tersebut untuk dikolaborasikan dengan potensi lokal di Kota Jambi. Fokus utama kami adalah program pemberdayaan ekonomi dan program Zakat produktif serta memastikan kelanjutan Program RLHB ( Rumah Layak Huni Baznas  ) yang sangat dibutuhkan para Mustahiq yang  Sudah di setujui tahun lalu, Sinergi dengan Baznas RI akan memperkuat tata kelola zakat di Kota Jambi, sekaligus memastikan setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan umat," pungkasnya Yang di dampingi pimpinan lainnya Faharuddin Wakil  Ketua  1 Bidang Pengumpulan, Suparman,S.Pd, Wakil ketua bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan serta H.A Rahim  Selaku Wakil Ketua IV bidang  SDM dan ADM, Sementara itu Dr Muhmmad Fadli  selaku ketua Baznas berhalangan Hadir untuk persiapan ke tanah suci   ibadah Umroh..

28/07/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

Sinergi Zakat Konsumtif Ramadhan dan Produktif, BAZNAS Kota Jambi Optimis Tekan Angka Kemiskinan
Sinergi Zakat Konsumtif Ramadhan dan Produktif, BAZNAS Kota Jambi Optimis Tekan Angka Kemiskinan
Jambi, 18 Februari 2026 – Bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah, tetapi juga lonjakan signifikan dalam penghimpunan zakat. Menyikapi hal ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menyalurkan bantuan sesaat, tetapi juga memastikan dana umat ini memberikan dampak jangka panjang dalam pengentasan kemiskinan. Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Kota Jambi, SANANDAR,S.E,.M.E mengungkapkan bahwa pihaknya terus menyinergikan pola penyaluran zakat konsumtif dan produktif. Hal ini disampaikannya menindaklanjuti berbagai program pemberdayaan yang tengah berjalan di Kota Jambi. "Di bulan Suci Ramadhan, biasanya terjadi peningkatan zakat fitrah yang sifatnya konsumtif untuk memenuhi kebutuhan pokok mustahik (penerima zakat) saat hari raya. Ini penting sebagai jaring pengaman sosial," ujar Sanandar, S.E.,M.E "Namun, kami tidak berhenti di situ. Dana zakat, infak, dan sedekah lainnya kami optimalkan untuk program produktif yang tujuannya mengubah mustahik menjadi muzakki (pemberi zakat)," tambahnya . Program produktif tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi, seperti bantuan modal usaha mikro bagi mustahik. Sanandar mencontohkan bahwa pemberdayaan ini merupakan implementasi dari visi BAZNAS untuk menciptakan kemandirian ekonomi. "Zakat produktif kami arahkan untuk modal usaha. Harapannya, mereka yang diberdayakan tidak lagi bergantung pada bantuan, ekonominya menguat, dan suatu saat bisa berkontribusi membayar zakat," jelas Sanandar, yang juga tercatat aktif dalam berbagai rapat koordinasi terkait kemiskinan, dan penguatan zakat di Provinsi Jambi . Langkah BAZNAS Kota Jambi ini sejalan dengan arahan Pemerintah Kota jambi Jambi yang menjadikan zakat sebagai instrumen sosial ekonomi untuk keadilan dan pemerataan kesejahteraan . Bahkan, Pemerintah Kota Jambi bersama BAZNAS telah aktif berkolaborasi dalam program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup mustahik agar dapat beraktivitas ekonomi secara produktif . Sanandar berharap, dengan optimalisasi pengelolaan antara zakat konsumtif di bulan Ramadhan dan program produktif berkelanjutan, angka kemiskinan di Kota Jambi dapat ditekan secara signifikan. "Kami optimis, dengan sinergi ini, dampak zakat tidak hanya dirasakan saat lebaran, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang untuk kesejahteraan umat," pungkasnya. Marhaban Ya Ramdahn 1447 H.
BERITA18/02/2026 | snd
Mengetuk Pintu Langit dari Sudut Jambi: Ketika Sakit Berbenturan dengan Keterbatasan
Mengetuk Pintu Langit dari Sudut Jambi: Ketika Sakit Berbenturan dengan Keterbatasan
JAMBI – Di balik deru pembangunan kota, terselip kisah-kisah sunyi tentang perjuangan mempertahankan hidup. Pada Rabu, 18 Februari 2026, tim lapangan kembali menyusuri lorong-lorong kota, memotret realitas pahit yang dialami oleh saudara-saudara kita yang kini hanya bisa menggantungkan harapan pada uluran tangan sesama. Dinding Kontrakan dan Harapan yang Lumpuh Di sebuah rumah kontrakan di RT 21 Kelurahan Simpang Rimbo, Bapak Marten terbaring tak berdaya. Tubuhnya digerogoti sakit, sementara akses kesehatan formal seolah tertutup rapat karena BPJS yang ia miliki tidak lagi aktif. Tanpa penghasilan tetap dan beban biaya hidup keluarga yang terus berjalan, pengobatan medis menjadi kemewahan yang tak terjangkau. Bagi Bapak Marten, kesembuhan bukan sekadar soal obat, tapi soal keajaiban yang datang melalui kepedulian kita. Keteguhan Seorang Mualaf di Tengah Komplikasi Tak jauh dari sana, di RT 24 Kelurahan yang sama, Ibu Ira Kusova sedang bertaruh dengan rasa sakit. Sebagai seorang mualaf yang baru saja diizinkan pulang dari rumah sakit, ia harus menghadapi kenyataan bahwa penyakit komplikasi yang dideritanya membutuhkan pengobatan lanjutan yang berkelanjutan. Di tengah penghasilan suami yang hanya cukup untuk sesuap nasi dari kerja serabutan, Ibu Ira kini menanti sapaan kasih untuk menebus obat-obatan yang menjadi penyambung asanya. Perjalanan Panjang Haikal Melawan Hidrosefalus Kisah paling memilukan datang dari Pematang Sulur. Haikal Ihsan, seorang bocah mungil yang harus memikul beban berat akibat Hidrosefalus dan tumor otak. Jadwal kontrol medis ke Palembang sudah di depan mata, namun langkah keluarganya terhenti pada kekosongan biaya transportasi dan akomodasi. Ayah Haikal, seorang pekerja serabutan, hanya bisa menatap sang buah hati dengan doa, berharap ada tangan-tangan baik yang bersedia membantu keberangkatan mereka menjemput kesembuhan. Sebuah Seruan Kemanusiaan Ketiga potret di atas adalah bukti bahwa kemiskinan seringkali menjadi tembok tebal bagi akses kesehatan. Kondisi mereka bukan sekadar angka dalam laporan survei, melainkan panggilan bagi kita yang memiliki kelapangan rezeki untuk hadir sebagai solusi. Zakat, infak, dan sedekah kita adalah instrumen yang mampu meruntuhkan tembok tersebut. Di meja-meja diskusi yang nyaman dan di tengah keberkahan hidup yang kita nikmati, terselip hak mereka untuk kembali sehat dan bermartabat.
BERITA18/02/2026 | Humas Baznas Kota Jambi
Sinergi Cahaya di Bulan Suci: BAZNAS Kota Jambi dan Jambi TV Cetak Generasi Qurani
Sinergi Cahaya di Bulan Suci: BAZNAS Kota Jambi dan Jambi TV Cetak Generasi Qurani
JAMBI – Menjelang kehadiran bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, sebuah kolaborasi strategis resmi lahir untuk menghiasi layar kaca masyarakat Jambi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi secara resmi mengonfirmasi keterlibatannya sebagai sponsor utama dalam program kompetisi bergengsi, Dai dan Hafiz Cilik Jambi TV. Langkah ini bukan sekadar kemitraan komersial, melainkan sebuah manifestasi nyata dari misi besar dalam memperluas syiar Islam dan mencetak generasi emas pencinta Al-Qur'an di Tanah Pilih Pesako Betuah. Diskusi Strategis di Puncak Kota Geliat persiapan ini memuncak pada Senin, 16 Februari 2026. Bertempat di ruang diskusi lantai 3 Gedung Jambi TV, suasana hangat penuh khidmat menyelimuti pertemuan tingkat tinggi antara para tokoh agama dan tim produksi. Dua sosok sentral, Ust. Dr. Hasbullah Ahmad dan Ust. Muhamad Padli Abdullah, duduk satu meja bersama tim Jambi TV untuk merumuskan detail teknis dan standarisasi penjurian yang ketat namun edukatif. Diskusi ini menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa kompetisi ini tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga memberikan inspirasi bagi setiap anak di pelosok Jambi. Lebih dari Sekadar Kompetisi Kolaborasi ini menjadi tonggak sejarah baru dalam hubungan kedua lembaga. Kehadiran BAZNAS Kota Jambi sebagai penyokong utama semakin memperkuat integrasi yang selama ini telah terjalin melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Jambi TV. "Ini adalah bentuk nyata dari pengelolaan dana umat yang kembali ke umat dalam bentuk investasi spiritual. Kita ingin Ramadan tahun ini menjadi panggung bagi anak-anak kita untuk menunjukkan bahwa Jambi adalah gudangnya para dai dan penghafal Al-Qur'an masa depan," ujar salah satu perwakilan dalam diskusi tersebut. Sorotan Utama Kegiatan: Momentum Ramadan 1447 H: Menjadi tontonan edukatif keluarga di jam-jam penuh berkah. Standar Juri Profesional: Melibatkan akademisi dan praktisi dakwah berskala lokal dan nasional. Syiar Digital: Memanfaatkan jangkauan luas Jambi TV untuk menyebarkan pesan-pesan zakat dan dakwah secara kreatif. Dengan sinergi ini, BAZNAS Kota Jambi dan Jambi TV tidak hanya menyajikan kompetisi, tetapi juga sedang merajut masa depan dakwah di Jambi agar tetap relevan, segar, dan menyentuh hati pemirsa.
BERITA18/02/2026 | Tim Redaksi Literasi Zakat Jambi
MEMUTUS RANTAI SENGKETA LINTAS GENERASI: IKHTIAR RADIKAL BAZNAS KOTA JAMBI TEGAKKAN KEADILAN WARIS
MEMUTUS RANTAI SENGKETA LINTAS GENERASI: IKHTIAR RADIKAL BAZNAS KOTA JAMBI TEGAKKAN KEADILAN WARIS
JAMBI – Di tengah kesibukan melayani arus warga yang menunaikan Zakat, Infak, dan Fidyah menjelang Ramadhan, BAZNAS Kota Jambi melakukan sebuah langkah revolusioner yang melampaui batas administrasi filantropi konvensional. Senin, 16 Februari 2026, lembaga ini turun ke lapangan untuk membedah kebuntuan hukum yang telah mengunci keharmonisan sebuah keluarga selama puluhan tahun: Sengketa Harta Waris. Sentuhan Arsitek Syariat di Ruang Tamu Ummat Tepat pukul 09.00 WIB, Ketua BAZNAS Kota Jambi, Ust. Dr. Muhammad Padli Abdullah, bersama Dewan Syariah BAZNAS Kota Jambi, Ust. Muhammad Sibawaihi, MH, tidak sedang duduk di balik meja birokrasi. Mereka menyambangi kediaman muzakki, membawa misi sakral untuk menyambung kembali silaturahmi yang nyaris retak akibat pembagian harta yang tak kunjung usai. Ini adalah tindak lanjut dari sebuah permohonan yang masuk pada 10 Februari lalu. Seorang warga datang ke kantor BAZNAS dengan beban sejarah yang berat; meminta lembaga ini menjadi penengah (mediator) atas persoalan waris yang telah "mengendap" lama, berpindah tangan dari kakek ke anak, hingga ke cucu tanpa kepastian hukum. Tiga Jam yang Menggetarkan: Antara Hukum Allah dan Empati Selama tiga jam penuh, hingga pukul 12.00 WIB, suasana kediaman warga tersebut menjadi saksi diskusi mendalam yang memadukan ketegasan Faraidh (ilmu waris Islam) dengan pendekatan hati ke hati. Ust. Dr. Muhammad Padli Abdullah menegaskan bahwa harta yang tidak terbagi sesuai syariat adalah beban spiritual yang akan dibawa hingga ke liang lahat. Sementara itu, Ust. Muhammad Sibawaihi, MH, dari sudut pandang hukum syariah, membedah setiap jengkal hak ahli waris dengan presisi, memastikan tidak ada satu pun rupiah yang menjadi "api" dalam darah keturunan berikutnya. "Zakat adalah tentang membersihkan harta, namun penyelesaian waris adalah tentang membersihkan nasab dan persaudaraan. Kami hadir untuk memastikan tidak ada lagi tangis di tingkat cucu atas kesalahan pembagian di tingkat kakek. Ini adalah dakwah nyata," ujar Dr. Padli di tengah sesi pendampingan. Analisa Global: BAZNAS sebagai 'Problem Solver' Peradaban Langkah BAZNAS Kota Jambi ini menantang status quo lembaga zakat dunia. Di saat banyak lembaga hanya fokus pada pengumpulan angka, BAZNAS Kota Jambi justru menginvestasikan waktu dan pemikiran untuk menjadi Pusat Resolusi Konflik Islam. Keterlibatan Dewan Syariah secara langsung di lapangan menunjukkan bahwa BAZNAS bukan sekadar "penyalur bantuan", melainkan penjaga gawang syariat di tengah masyarakat. Penyelesaian waris sebelum masuknya bulan Ramadhan adalah langkah strategis agar keluarga-keluarga di Kota Jambi dapat beribadah dengan hati yang tenang, tanpa dibayangi sengketa harta yang mengotori kesucian bulan Ramadhan. Manifestasi Kemanusiaan: Mengakhiri Derita dalam Senyap Pendampingan ini berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan suasana yang jauh berbeda dari saat dimulai. Ketegangan mencair, digantikan oleh pemahaman dan kerelaan. Bagi BAZNAS Kota Jambi, keberhasilan ini adalah kemenangan kemanusiaan yang lebih tinggi dari sekadar pencapaian target donasi. Apa yang dilakukan Dr. Padli Abdullah dan Ust. Sibawaihi hari ini adalah pesan kuat kepada publik: Bahwa BAZNAS adalah rumah bagi mereka yang mencari keadilan. Bahwa hukum Allah hadir bukan untuk memisahkan, melainkan untuk mendamaikan dan membawa keberkahan bagi seluruh keturunan. Editor: Tim Humas & Literasi Hukum BAZNAS Kota Jambi Lokasi Kejadian: Kota Jambi, Indonesia
BERITA17/02/2026 | Tim Humas & Literasi Hukum BAZNAS Kota Jambi
HEADLINE: MELAWAN WAKTU DEMI NYAWA: FILOSOFI 'JALUR HIJAU' BAZNAS JAMBI DALAM MEMBASUH AIR MATA MUSTAHIK
HEADLINE: MELAWAN WAKTU DEMI NYAWA: FILOSOFI 'JALUR HIJAU' BAZNAS JAMBI DALAM MEMBASUH AIR MATA MUSTAHIK
JAMBI – Di tengah hiruk-pikuk hari libur nasional, sebuah renungan dan diskusi mendalam lahir dari sanubari insan BAZNAS se-Provinsi Jambi. Dipimpin langsung oleh M. Amin Abdullah, SKM., M.Kes., BAZNAS Jambi dan didampngi ketua BAZNAS Kota Jambi Dr. Muhammad Padli Abdullah, menegaskan sebuah paradigma baru: bahwa dalam pengelolaan zakat, kecepatan bukanlah sekadar soal teknis, melainkan soal detak jantung kemanusiaan. Analisa Mendalam: Teodisi dan Kecepatan sebagai Ruh Ibadah Secara sosiologis, kemiskinan di 11 Kabupaten/Kota di Jambi bukan sekadar angka statistik, melainkan kondisi yang bersifat time-sensitive. Penundaan bantuan darurat—baik kesehatan maupun pangan—bukan hanya sebuah kegagalan birokrasi, melainkan sebuah kegagalan moral yang berisiko fatal. M. Amin Abdullah, alumni Universitas Indonesia yang kini menahkodai BAZNAS Provinsi Jambi, melakukan dekonstruksi terhadap dikotomi antara ketelitian administratif dan kecepatan eksekusi. Baginya, "Kecepatan adalah Ruh." "Menunda bantuan satu hari bagi mereka yang sedang di ambang maut atau kelaparan, adalah pengkhianatan terhadap amanah. Kecepatan adalah penyelamatan," tegas Amin dalam narasinya. Pilar Percepatan: Memutus Rantai Birokrasi yang Mematikan Melalui strategi "SOP Jalur Hijau (Fast Track)", BAZNAS Jambi melakukan lompatan besar. Bantuan darurat kini ditargetkan cair dalam waktu maksimal 1x24 jam. Analisa strategis ini mencakup tiga poin krusial: Digitalisasi dan Integrasi Data: Memanfaatkan basis data kemiskinan digital untuk memangkas waktu survei tanpa mengabaikan aspek syar’i dan ketelitian. Desentralisasi Wewenang: Memberikan mandat kepada tim lapangan untuk validasi instan, memastikan keputusan tidak tertahan di meja pleno mingguan saat nyawa mustahik menjadi taruhannya. Layanan Jemput Bola (Proactive Responding): BAZNAS Jambi tidak lagi menunggu pintu kantor diketuk. Melalui jaringan Gerak Padu, amil bergerak ke pelosok mencari mereka yang "air matanya jatuh ke dalam"—mereka yang terlalu malu meminta, namun jiwanya nyaris patah. Narasi Menggetarkan: Menghapus Aib dan Dosa Sosial Amin Abdullah memberikan peringatan keras yang menggetarkan batin para Amil. Ia menyoroti fenomena memilukan di mana mustahik yang lemah pertahanan jiwanya memilih mengakhiri hidup (suicide) akibat tekanan ekonomi. "Bagi insan BAZNAS, ini adalah aib dan dosa terbesar yang akan kita tanggung di Hari Hisab kelak. Bidang Pengumpulan dan Distribusi harus menjadi dua ruh yang berkoordinasi setiap detik untuk satu tujuan: Mempercepat eksekusi manfaat." Dampak Makro: Keberkahan bagi Institusi dan Negeri Kecepatan ini bukan tanpa hitungan akademik. Secara institusional, respon cepat melahirkan "Efek Viral Kebaikan" yang memperkuat modal sosial (Social Trust) para Muzakki. Secara makro, percepatan ini berkorelasi langsung dengan indikator pembangunan manusia (IPM), penurunan Gini Ratio, serta perbaikan indikator kesehatan spesifik seperti penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (MMR/IMR) di Jambi. Kesimpulan: Saldo Bukan Ukuran, Kecepatan Adalah Kebanggaan Sebagai penutup, sebuah kalimat kuat menjadi jangkar renungan bagi seluruh sahabat BAZNAS: "Keberkahan bukan terletak pada seberapa banyak saldo yang kita kelola, melainkan seberapa cepat saldo tersebut berpindah tangan untuk menghapus air mata Mustahik." Semangat ini adalah perwujudan nyata dari visi Jambi MANTAP, sebuah gerakan di mana filantropi Islam menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah kemanusiaan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Pantun Penutup sebagai Pengikat Ukhuwah: Pisau patah dibawo ke tukang las, Pisau lah iluk untuk mengupas manggo. Mustahik Se Jambi Naik Kelas, Se izin Allah Insan BAZNAS se Jambi menjadi ahli surgo. Selamat Ngopi Pagi, Sahabatku yang Mulia Hati.
BERITA17/02/2026 | Oleh: M. Amin Abdullah dan M.Padli Abdullah
NGASAH KAJI DI ATAS PINGGAN LONTONG TUNJANG: KALA MAKNA LANGIT TEJALIN DI LANTAI 4 MAHLIGAI
NGASAH KAJI DI ATAS PINGGAN LONTONG TUNJANG: KALA MAKNA LANGIT TEJALIN DI LANTAI 4 MAHLIGAI
JAMBI – Di pucuk kemegahan Gedung Mahligai Bank 9 Jambi, tepatnyo di lantai 4 yang nampak nian eloknyo, sebuah peristiwa "Ngasah Kaji" pecah mendobrak sekat antaro protokol kantoran yang kaku dangan kedalaman spiritual. Kamis, 12 Februari 2026, jadi saksi cemano pimpinan keuangan tertunduk khidmat, dak lagi mandangi layar saham, tapi mandangi kebenaran hakiki. Dak ado aroma kertas laporan yang menuhi ruangan, yang ado malah uap sedap Lontong Tunjang dangan Sambal Teri khas Jambi yang jadi "kawan ngobrol" kelas tinggi. Di sano, para pemegang kuaso—Direktur Utama dangan jajaran Pejabat Teras Bank Jambi—ngelepas atribut jabatan demi nak jadi murid kehidupan. Duo Jam yang Meresap: Ketiko Logika Bankir Tunduk Takluk Pertemuan ko jadi sambungan yang jauh lebih nyentuh perasaan. Selamo 120 menit yang krusial, ruang rapat tu berubah jadi medan kaji yang panas tapi nyejukkin hati. "Hujan" pertanyokan tajam soal hubungan ekonomi modern dangan hukum langit dilontarkan para bankir ko dangan rasa haus nak nyari kebenaran. Dangan tenang nan kalem, Ketua BAZNAS Kota Jambi didampingi Wakil Ketua I, membedah tigo pilar utamo yang mambukak pikiran: * Fiqh nan Membumi: Nekankan kalu zakat tu bukan cumo soal bayar-membayar administrasi, tapi cemano kito ngebersih harta kito dewek. * Tasawuf nan Nyejukkin: Membedah cemano sifat tamak manusio dangan nanamkan pemahaman bahwo "ngelepas" (sedekah) itulah caro terbaik untuk "memiliki". * Transformasi Sosial: Maparkan jalan terang cemano zakat biso jadi sanjato pamungkas untuk numpas kemiskinan sampai ke akar-akarnyo. Kudapan Licin, Nurani Tepisi Seiring ludesnyo kuah tunjang di piring, terkikis pulo ego-ego jabatan di dalam hulu hati. Di meja makan tu, dak ado lagi batas antaro pejabat bank dangan ulama. Yang tinggo cumo kumpulan hamba Allah yang lagi "ngisi ulang" batin meriko. Canda tawa yang pecah bukan cumo baso-basi, tapi tando legonyo hati nerimo jawaban yang selamo ko terkunci dek logika dunio bae. Pesat Terakhir: Investasi Tanpa Rugi Acara ko ditutup dangan Closing Statement dari Ketua BAZNAS Kota Jambi yang buat isi ruangan langsung senyap seketiko. Sebuah kalimat pengingat keras untuk siapo bae yang megang harto di Tanah Pilih Pesako Betuah ko: "Harto yang kito makan cumo bakal jadi kotoran. Harto yang kito simpan rapat-rapat bakal jadi warisan yang ujung-ujungnyo pacak jadi rebutan. Tapi, harto yang kito zakatkan, itulah investasi sejati—harto itulah yang bakal belo kito dangan gagah berani di depan Tuhan kelak." Kisah dari Lantai 4 Mahligai 9 ko bukan sekadar cerito makan siang biaso. Ko adalah cermin buat dunio, bahwo kebijakan keuangan yang paling paten adalah kebijakan yang berani bawak "Tangan Tuhan" di dalamnyo.
BERITA13/02/2026 | uspdl
Menyapa Sunyi di Kelurahan Murni: BAZNAS Kota Jambi Antar Senyum untuk Ibu Susi
Menyapa Sunyi di Kelurahan Murni: BAZNAS Kota Jambi Antar Senyum untuk Ibu Susi
JAMBI – Di balik riuh rendahnya suasana Kota Jambi, terselip kisah-kisah perjuangan dalam kesunyian yang butuh kita dengar. Salah satunya datang dari Ibu Susi, seorang lansia yang kini menghabiskan masa tuanya dalam keterbatasan di sebuah rumah kontrakan, RT 18, Kelurahan Murni. Pada Jumat (13/02/2026), BAZNAS Kota Jambi hadir menyambangi kediaman beliau untuk menyalurkan Paket Logistik Keluarga. Kehadiran tim bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan membawa misi kemanusiaan dan titipan amanah dari para muzakki. Kondisi yang Menggugah Kepedulian Ibu Susi adalah sosok janda cerai mati yang kini harus bertahan hidup seorang diri. Faktor usia yang senja telah merenggut kekuatannya untuk berjalan, membuat ruang geraknya terbatas hanya di dalam rumah. Tanpa penghasilan tetap dan kondisi fisik yang kian melemah, pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari menjadi tantangan besar bagi beliau. "Bantuan ini bukan sekadar angka atau barang, melainkan bukti bahwa Ibu Susi tidak sendirian. Ada kepedulian masyarakat Jambi di dalam setiap paket yang kami hantarkan," ujar tim penyalur BAZNAS di lapangan. Detail Penyaluran Bantuan * Penerima Manfaat: Ibu Susi (Lansia/Dhuafa) * Lokasi: RT 18, Kelurahan Murni, Kota Jambi * Jenis Bantuan: Paket Logistik Keluarga (Kebutuhan Pokok) * Tujuan: Meringankan beban biaya hidup dan memastikan ketersediaan pangan bagi mustahik yang mengalami keterbatasan fisik. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi para donatur dan kesehatan bagi Ibu Susi. BAZNAS Kota Jambi berkomitmen untuk terus bergerak, menjangkau yang tak terjangkau, dan menjadi jembatan kebaikan bagi warga yang membutuhkan. Zakat Anda, Harapan Mereka. Laporan ini disusun sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban BAZNAS Kota Jambi kepada masyarakat.
BERITA13/02/2026 | uspdl
Sinergi Hebat BAZNAS dan Pokja Bunda PAUD Kota Jambi: Cetak Generasi Dermawan Melalui Launching Manasik Zakat 2026
Sinergi Hebat BAZNAS dan Pokja Bunda PAUD Kota Jambi: Cetak Generasi Dermawan Melalui Launching Manasik Zakat 2026
JAMBI – Sebuah langkah visioner dalam membangun karakter anak bangsa resmi dimulai. Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Jambi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi sukses meluncurkan program "Manasik Zakat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Se-Kota Jambi" pada Kamis, 12 Februari 2026. Acara yang berlangsung semarak ini dibuka langsung oleh Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, dan dihadiri penuh oleh jajaran Pokja Bunda PAUD Kota Jambi. Kehadiran Pokja Bunda PAUD menjadi kunci keberhasilan program ini sebagai motor penggerak pendidikan karakter di tingkat akar rumput. Turut menyaksikan momentum bersejarah ini, Pimpinan BAZNAS Provinsi Jambi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, serta seluruh jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Jambi. Dalam arahannya, Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, mengapresiasi kolaborasi erat antara BAZNAS dan Pokja Bunda PAUD. "Manasik Zakat ini adalah cara kita mengenalkan rukun Islam ketiga dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak. Bersama Pokja Bunda PAUD, kita pastikan nilai-nilai kepedulian dan kedermawanan tertanam kuat sejak mereka masih di bangku sekolah dasar," tutur beliau. Tidak hanya sekadar seremoni peluncuran, acara ini langsung diisi dengan praktik Manasik Zakat. Anak-anak PAUD nampak antusias mengikuti simulasi tata cara menghitung dan menyerahkan zakat kepada amil, yang dipandu langsung oleh tim BAZNAS dan didampingi anggota Pokja Bunda PAUD. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi menyatakan dukungan penuhnya agar program ini menjadi agenda rutin di seluruh lembaga PAUD se-Kota Jambi. Dengan keterlibatan aktif Pokja Bunda PAUD, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan Jambi yang religius, peduli sesama, dan taat berzakat.
BERITA13/02/2026 | qee
Spirit Jumat di Gedung Mahligai: Bank 9 Jambi Gandeng BAZNAS Perkuat Literasi Zakat Karyawan
Spirit Jumat di Gedung Mahligai: Bank 9 Jambi Gandeng BAZNAS Perkuat Literasi Zakat Karyawan
JAMBI – Mempererat silaturahmi dan sinergi keumatan, jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Jambi menghadiri kegiatan rutin keagamaan yang diselenggarakan oleh Bank 9 Jambi. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Masjid Guru Makki, Lantai 4 Gedung Mahligai Bank 9 Jambi, Jumat pagi (13/2/2026). Kegiatan yang diawali dengan pembacaan Yasin bersama ini dihadiri langsung oleh jajaran Pimpinan dan Direksi Bank 9 Jambi, serta para karyawan di lingkungan kantor pusat Bank 9 Jambi. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhammad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I, hadir memenuhi undangan sebagai narasumber untuk menyampaikan Tausiyah Fikih Zakat. Beliau memaparkan urgensi zakat bagi para profesional dan bagaimana pengelolaan zakat yang tepat dapat membersihkan harta serta mendatangkan keberkahan dalam bekerja. "Kami sangat mengapresiasi inisiatif Bank 9 Jambi yang rutin menggelar kegiatan spiritual seperti ini. Melalui tausiyah fikih zakat, kita ingin mengedukasi bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tapi juga solusi untuk membantu sesama warga Kota Jambi agar lebih berdaya melalui pengelolaan yang profesional di BAZNAS," ujar Dr. Muhammad Padli. Kehadiran jajaran Direksi Bank 9 Jambi dalam acara ini menunjukkan komitmen kuat lembaga perbankan daerah tersebut dalam mendukung literasi zakat di lingkungan internal mereka. BAZNAS Kota Jambi berharap kolaborasi ini terus berlanjut, mengingat Bank 9 Jambi merupakan mitra strategis dalam menghimpun dan menyalurkan kemanfaatan bagi umat di Tanah Pilih Pesako Betuah.
BERITA13/02/2026 | qee
Menanam DNA Berbagi: Jambi Memulai Revolusi Empati Lewat manasik "Zakat Bahagia"
Menanam DNA Berbagi: Jambi Memulai Revolusi Empati Lewat manasik "Zakat Bahagia"
JAMBI, INDONESIA – Di tengah dunia yang semakin kompetitif dan individualistis, sebuah gerakan dari akar rumput di Kota Jambi, Indonesia, menarik perhatian sebagai model pendidikan karakter global. Bukan tentang mengejar angka akademik, melainkan tentang menanamkan "DNA Berbagi" sejak usia emas. Pada Kamis (12/2), Lapangan Dinas Pendidikan Kota Jambi berubah menjadi lautan tawa dan energi positif. BAZNAS Kota Jambi bersama Pemerintah Kota meluncurkan Manasik Zakat Anak Usia Dini, sebuah inisiatif yang memposisikan kedermawanan bukan sebagai beban kewajiban, melainkan sebagai sebuah perayaan. Zakat Sebagai Gaya Hidup, Bukan Sekadar Angka Ketua BAZNAS Kota Jambi, yang hadir didampingi seluruh jajaran pimpinan, menyampaikan visi yang mendalam di hadapan Pimpinan BAZNAS RI dan Ibu Walikota Jambi. Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya memanusiakan manusia sejak dini. "Membangun kota bukan hanya soal gedung yang menjulang, tapi soal hati yang lapang," tegas Ketua BAZNAS Kota Jambi. "Kita mengajari anak-anak bahwa harta ibarat air; jika diam ia keruh, namun jika dialirkan melalui zakat, ia akan memberi kehidupan bagi sekitarnya." Filosofi "Zakat Bahagia" menjadi ruh dalam kegiatan ini. Sebanyak 110 anak PAUD perwakilan dari 11 kecamatan diajak mensimulasikan praktik zakat dengan cara yang menyenangkan, membuktikan bahwa pendidikan finansial sosial bisa dilakukan dengan tawa. Restu dari Ibu Kota Jambi Acara ini diresmikan langsung oleh Ibu Walikota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadyah Maulana, Sp.OG. Sebagai sosok ibu sekaligus praktisi medis, beliau melihat program ini sebagai "nutrisi jiwa" yang krusial bagi tumbuh kembang anak. Kehadiran beliau bersama Bunda PAUD se-Kota Jambi mempertegas komitmen pemerintah dalam menciptakan generasi masa depan yang cerdas secara intelektual namun kaya secara empati. Poin Utama dari Gerakan Jambi: * Pendidikan Berbasis Karakter: Menanamkan kesadaran sosial sebelum anak-anak mengenal kompleksitas dunia dewasa. * Sinergi Akar Rumput: Kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Kota, dan lembaga pendidikan PAUD. * Inspirasi Nasional: BAZNAS Kota Jambi menitipkan pesan kepada BAZNAS RI agar model "Pendidikan Zakat Usia Emas" ini dapat menjadi standar edukasi nasional. Membangun Masa Depan yang Lebih Lembut Kegiatan yang ditutup dengan pantun jenaka dan keceriaan anak-anak ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa solusi atas kemiskinan di masa depan tidak hanya terletak pada kebijakan ekonomi, tetapi pada bagaimana kita mendidik hati anak-anak hari ini. Kota Jambi telah membuktikan bahwa zakat, jika diperkenalkan dengan cinta, akan menjadi identitas bangsa yang peduli dan saling menguatkan.
BERITA13/02/2026 | uspdl
MELAMPAUI JERUJI: Ketua Baznas Kota Jambi dan Ketua Lapas Jambi Rancang Arsitektur Sosial Baru
MELAMPAUI JERUJI: Ketua Baznas Kota Jambi dan Ketua Lapas Jambi Rancang Arsitektur Sosial Baru
MELAMPAUI JERUJI: Ketua Baznas Kota Jambi dan Ketua Lapas Jambi Rancang Arsitektur Sosial Baru JAMBI – Di jantung Kota Jambi, tepat di mana nadi pemasyarakatan berdenyut, sebuah dialog strategis yang melampaui batasan institusi baru saja ditorehkan. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Jambi, Bapak Syahroni, melakukan kunjungan resmi ke BAZNAS Kota Jambi untuk menemui Dr. Muhamad Padli Abdullah, sang nakhoda BAZNAS yang dikenal dengan pendekatan strategisnya. Pertemuan yang berlangsung selama satu jam ini bukanlah sekadar kunjungan seremonial biasa. Ia adalah sebuah "Strategic Power Hour" yang berhasil menyatukan dua entitas berbeda dalam satu frekuensi: Restorasi Harkat dan Martabat Manusia. Sinergi Intelektual: Membedah Irisan Kemanusiaan Dalam diskusi yang hangat namun bernas tersebut, Dr. Muhamad Padli Abdullah menekankan bahwa peran BAZNAS di bawah kepemimpinannya melampaui sekadar penyaluran bantuan. Beliau melihat Lapas Kelas I Jambi bukan sebagai wilayah terisolasi, melainkan ekosistem potensial untuk menjalankan misi kemanusiaan yang sistemik. "Zakat dan pemasyarakatan memiliki tujuan akhir yang sama: Kemandirian. Lapas memperbaiki karakter jiwa, dan BAZNAS memperkuat pilar ekonomi. Ketika keduanya bertemu, kita sedang membangun fondasi masa depan bagi mereka yang sedang berupaya kembali ke masyarakat," ujar Dr. Muhamad Padli Abdullah. Poin Strategis Perjanjian Kerja Sama (PKS) Diskusi mendalam ini langsung membuahkan kesepakatan untuk segera meresmikan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup tiga pilar transformasi: Transformasi Ekonomi (Mustahik ke Muzakki): BAZNAS akan mengintervensi program UMKM dan pelatihan bagi keluarga warga binaan serta mereka yang telah selesai masa pembinaannya. Tujuannya adalah memastikan mereka memiliki daya saing ekonomi agar tidak kembali ke lubang kemiskinan yang memicu kriminalitas. Ekosistem Muzakki Internal: Optimalisasi tata kelola ZIS bagi aparatur di lingkungan Lapas Kelas I Jambi sebagai bagian dari penguatan spiritualitas dan profesionalisme kerja. Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net): Kehadiran BAZNAS sebagai jembatan bagi aspek sosiologis warga binaan yang sering kali tidak terjangkau oleh anggaran negara, memastikan "Hak untuk Hidup Layak" tetap terjaga. Visi "Jambi Kota Bahagia" Tanpa Sekat Bapak Syahroni mengapresiasi visi terbuka yang ditawarkan oleh BAZNAS. Ia mengakui bahwa sinkronisasi data terkait mustahik dan muzakki di lingkungan Lapas akan menjadi preseden baru dalam tata kelola sosial di Jambi. Menutup pertemuan tersebut, Dr. Muhamad Padli Abdullah menegaskan komitmennya: "Kita ingin memastikan tidak ada satu pun warga Jambi—termasuk mereka yang berada di balik jeruji—merasa 'yatim' atau diabaikan oleh kotanya sendiri. Melalui PKS ini, kita proklamasikan bahwa Jambi Kota Bahagia adalah milik semua golongan." Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi model nasional tentang bagaimana instansi vertikal dan lembaga filantropi Islam dapat bersinergi secara destruktif terhadap angka kemiskinan dan keterpurukan sosial.
BERITA11/02/2026 | updli
Jambi Menjemput Gerbang Ilmu Dunia: Spirit Al-Azhar Bergema, BAZNAS Kota Jambi Turut Mengawal Mimpi
Jambi Menjemput Gerbang Ilmu Dunia: Spirit Al-Azhar Bergema, BAZNAS Kota Jambi Turut Mengawal Mimpi
KUMPEH ULU, JAMBI – Dalam sebuah momentum historis yang mengukir harapan dan membuka cakrawala pendidikan global, Kecamatan Kumpeh Ulu, Jambi, pada tanggal 11 Februari 2026, menjadi saksi bisu dari pelaksanaan Ujian Tahdid Mustawa menuju Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir tahun 2026. Acara prestisius ini, hasil kolaborasi Kalam Literasi Indonesia, Pondok Pesantren Kumpeh Daaru At-Tauhid, dan Pusat Pengembangan Al-Azhar Kairo, bukan sekadar ujian, melainkan jembatan emas bagi generasi muda Jambi menuju pusat peradaban ilmu Islam dunia. Di tengah deru semangat para calon intelektual muda, tampak hadir sosok-sosok penting yang menegaskan komitmen daerah terhadap pendidikan. Dari jajaran legislatif hingga eksekutif, mulai dari anggota DPR RI H. Bakri dan Drs. H. Hasan Basri Agus, MM hingga Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, semuanya bersatu padu mengawal impian. Namun, yang tak kalah krusial adalah kehadiran dan dukungan penuh dari Ketua BAZNAS Kota Jambi. BAZNAS: Bukan Hanya Zakat, Tapi Juga Fondasi Peradaban Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Jambi dalam forum sepenting ini menggarisbawahi peran vital lembaga zakat yang melampaui sekadar pengumpulan dan penyaluran dana. "BAZNAS hadir di sini bukan hanya sebagai lembaga amil, melainkan sebagai penopang peradaban. Kami mendukung penuh setiap langkah anak bangsa yang ingin menimba ilmu setinggi-tingginya, apalagi di Universitas sekelas Al-Azhar," tegas beliau dengan sorot mata penuh optimisme. Dukungan BAZNAS, secara implisit maupun eksplisit, mengirimkan pesan kuat: bahwa dana zakat umat memiliki potensi transformatif yang luar biasa. Ia dapat menjadi lokomotif penggerak pendidikan, membuka akses bagi mustahik berprestasi, dan membangun generasi emas yang kelak akan membawa Jambi, bahkan Indonesia, ke panca dunia. Ini adalah investasi jangka panjang pada sumber daya manusia, yang selaras dengan visi Islam untuk mencerdaskan kehidupan umat. Al-Azhar: Mercusuar Ilmu yang Terus Bersinar Ujian Tahdid Mustawa ini adalah langkah awal yang menentukan. Para peserta tidak hanya diuji kemampuan bahasa Arabnya, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual mereka untuk menghadapi tantangan di negeri seribu menara. Setiap jawaban yang mereka torehkan adalah refleksi dari harapan keluarga, guru, dan daerah yang ingin melihat mereka menjadi duta-duta ilmu pengetahuan. "Al-Azhar adalah mercusuar yang tak pernah padam. Cahayanya telah menerangi dunia selama lebih dari seribu tahun. Kami berharap, dari Jambi ini, akan lahir ulama dan cendekiawan yang meneruskan tradisi keilmuan Al-Azhar, membawa kemaslahatan bagi umat," tambah seorang perwakilan ulama yang hadir. Masa Depan Terukir dari Jambi Peristiwa di Kumpeh Ulu ini bukan sekadar berita lokal, ini adalah bagian dari narasi besar Indonesia dalam menyiapkan generasi penerus yang berdaya saing global, berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kuat. Kehadiran dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kota Jambi, menjadi energi pendorong yang tak ternilai, memastikan bahwa mimpi besar untuk menuntut ilmu hingga ke Kairo bukanlah sekadar angan, melainkan kenyataan yang bisa diraih. Dari Jambi, sebuah babak baru pendidikan global telah dimulai.
BERITA11/02/2026 | uspdl
ORCHESTRATING HOPE: Gauging the Institutional Synergy and Welfare Architecture of BAZNAS Jambi
ORCHESTRATING HOPE: Gauging the Institutional Synergy and Welfare Architecture of BAZNAS Jambi
ORCHESTRATING HOPE: Gauging the Institutional Synergy and Welfare Architecture of BAZNAS Jambi By: M. Amin, SKM, M.Kes Gauging the operational synergy of the National Zakat Board (BAZNAS) in Jambi Province transcends mere statistical observation of distribution figures. It is an analytical deep-dive into the institutional cohesion of an entity that stands as a bridge between spiritual devotion and human dignity. As the strategic "conductor" of zakat management at the provincial level, BAZNAS Jambi plays a pivotal role in ensuring that every unit of zakat capital is transformed into a force for systemic, structural change. In our philosophy, synergy is more than mere cooperation; it is a collective symphony. It is an alignment where the government, the private sector, and the community oscillate on a singular frequency toward a noble summit: the total eradication of the roots of poverty. The following is a strategic blueprint of the synergy currently being forged by BAZNAS Jambi: 1. G2G Integration: Harmonizing Visions and Dismantling "Mental Blocks" Synergy with the local government is our foundational pillar. BAZNAS Jambi does not operate in a vacuum; we calibrate our movements to align with the "Jambi Mantap" vision and the aspirations of municipal administrations. Our objective is clear: to build a harmony rooted in Integrated Intelligence—a synthesis of IQ (Intellectual), EQ (Emotional), SQ (Spiritual), and AQ (Adversity Quotient). Through this lens, we dismantle the "mental blocks" that often hinder zakat administrators. We no longer view diversity as a fracture, but as a vibrant spectrum—much like a rainbow—unified by a singular focus: wiping away the tears of the Mustahik (beneficiaries). Data Precision: This synergy is manifested in our reliance on P3KE data (Targeting the Acceleration of Extreme Poverty Elimination). This data integration ensures our aid acts as a "precision-guided instrument," eliminating overlaps and ensuring zero-gap distribution. Regulatory Acceleration: The Governor’s Instruction on Zakat stands as a testament to our regulatory commitment. We are currently spearheading a more holistic Zakat Regional Regulation (PerGub ZIS) to serve as a robust legal canopy for the Islamic philanthropy ecosystem in the land of Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. 2. The Zakat Core: From Consumption to Productive Transformation The true metric of synergy lies in our ability to pivot the public mindset from "the hand below" to "the hand above." Through five strategic pillars, BAZNAS Jambi is designing an architecture of welfare: Jambi Smart: Breaking the cycle of poverty by investing in the "intellectual capital" of our local universities (UNJA and UIN STS Jambi). Jambi Healthy: Ensuring that quality healthcare ceases to be a luxury for the marginalized. Jambi Prosperous: The heart of our economic synergy, where we foster micro-economic sovereignty through MSME empowerment and the Z-Mart initiative. Jambi Caring & Pious: Acting as the rapid-response unit during crises while safeguarding the spiritual heartbeat of the community. 3. Horizontal Coordination: Eliminating Welfare "Blank Spots" As the provincial coordinator for municipal BAZNAS branches and private zakat institutions (LAZ), BAZNAS Jambi functions as a Unified Command Center. By synchronizing financial reporting and regional coordination meetings (Rakorda), we ensure that no remote area in Jambi is left in a "blank spot." We move as a collective phalanx to suppress macro-poverty rates through massive, integrated action. 4. Navigating the Horizon of Challenges To measure synergy is to confront reality with courage. We continue to navigate hurdles in "Zakat Literacy," particularly among corporate sectors that still favor fragmented, direct distribution. Furthermore, the imperative of digitalization looms; we must bridge the gap for Jambi’s millennials, making the act of giving as seamless as a digital transaction. Conclusion: The Vision of "Upward Mobility" BAZNAS Jambi is currently in a phase of "Institutional Fortification." While our harmony with the government is exemplary, our future horizon involves expanding collaborations with the private sector (CSR) to catalyze a more disruptive impact on poverty. "Successful synergy is not found in the pride of distributing cash; it is found in the successful restoration of human dignity." Through the unified movement of BAZNAS across the province, we aim to significantly increase the percentage of Mustahik who achieve "Upward Mobility." Our goal is that those who receive today shall be the ones who give tomorrow. In Solidarity. In Resilience. In Sincere Service to the Ummah. Key Linguistic Features of this Version: Strategic Vocabulary: Used terms like Socio-Economic Architecture, Systemic Change, and Unified Command Center to appeal to a global professional audience. Sophisticated Metaphors: Retained your "Symphony" and "Rainbow" metaphors but framed them within an organizational leadership context. Policy Focus: Highlighted the data-driven (P3KE) and regulatory aspects to showcase BAZNAS as a modern, transparent, and scientific institution. Would you like me to create a "One-Page Strategic Brief" based on this English version for potential international partners or donors?
BERITA11/02/2026 | By: M. Amin, SKM, M.Kes
ORCHESTRATING HOPE (Arsitektur Kesejahteraan): Menakar Sinergitas dan Arsitektur Kesejahteraan BAZNAS Provinsi Jambi
ORCHESTRATING HOPE (Arsitektur Kesejahteraan): Menakar Sinergitas dan Arsitektur Kesejahteraan BAZNAS Provinsi Jambi
ORCHESTRATING HOPE: Menakar Sinergitas dan Arsitektur Kesejahteraan BAZNAS Provinsi Jambi Oleh: M. Amin, SKM, M.Kes Menakar sinergitas kerja BAZNAS Provinsi Jambi bukanlah sekadar menghitung angka-angka distribusi. Ia adalah sebuah upaya membedah kohesi dan soliditas institusi yang berdiri sebagai jembatan antara ketaqwaan hamba dan martabat sesama. Sebagai dirigen pengelola zakat di tingkat provinsi, BAZNAS memegang peran strategis: memastikan bahwa setiap keping rupiah zakat bertransformasi menjadi energi perubahan yang sistemik. Sinergitas, dalam filosofi kami, melampaui makna kerja sama. Ia adalah sebuah simfoni kolektif—di mana pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat bergerak dalam satu frekuensi yang sama untuk satu tujuan agung: penghapusan air mata kemiskinan. Berikut adalah potret penakaran strategis atas sinergitas BAZNAS Provinsi Jambi: 1. Integrasi G2G: Menyelaraskan Visi, Mengikis "Mental Block" Sinergi dengan Pemerintah Daerah adalah pilar fundamental. BAZNAS Provinsi Jambi tidak bergerak di ruang hampa; kami menyelaraskan langkah dengan visi "Jambi Mantap" serta aspirasi Pemerintah Kabupaten/Kota. Tujuan kami jelas: membangun harmoni yang dilandaskan pada kecerdasan paripurna—perpaduan antara IQ (Intelektual), EQ (Emosional), SQ (Spiritual), dan AQ (Adversity Quotient). Dengan kecerdasan ini, segala bentuk mental block di kalangan para Amil-Amilat dikikis habis. Kami tidak lagi melihat perbedaan sebagai pemisah, melainkan sebagai perpaduan warna pelangi yang indah, yang fokus utamanya adalah menghapus air mata para Mustahik. Presisi Data: Efektivitas sinergi ini termanifestasi dalam penggunaan data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem). Integrasi data ini memastikan bantuan kita menjadi "peluru kendali" yang akurat, tepat sasaran, dan anti-tumpang tindih. Akselerasi Regulasi: Instruksi Gubernur tentang Zakat adalah bukti nyata komitmen regulatif. Saat ini, kami tengah mengawal lahirnya PerGub ZIS yang lebih holistik, yang akan menjadi payung hukum kokoh bagi ekosistem filantropi Islam di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. 2. Zakat Core: Transformasi Konsumtif Menuju Produktif Sinergitas yang hakiki diukur dari keberhasilan kita mengubah pola pikir dari sekadar tangan di bawah menjadi tangan di atas. Melalui lima pilar utama, BAZNAS Jambi merancang arsitektur kesejahteraan: Jambi Cerdas: Memutus rantai kemiskinan melalui investasi otak di universitas-universitas kebanggaan lokal (UNJA & UIN STS Jambi). Jambi Sehat: Memastikan akses kesehatan bukan lagi kemewahan bagi dhuafa. Jambi Sejahtera: Ini adalah episentrum sinergi ekonomi. Melalui pemberdayaan UMKM dan program Z-Mart, kami membangun kemandirian dari akar rumput. Jambi Peduli & Jambi Taqwa: Menjadi respons tercepat saat bencana melanda dan pengawal spiritualitas umat. 3. Sinergitas Horisontal: Menghapus "Blank Spot" Kemiskinan Sebagai koordinator bagi BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ swasta, BAZNAS Provinsi Jambi berperan sebagai pusat komando. Melalui konsolidasi laporan yang sinkron dan Rakorda yang terukur, kami memastikan tidak ada satu pun wilayah terpencil di Jambi yang luput dari sentuhan kasih zakat. Kami bekerja kolektif agar angka kemiskinan makro dapat ditekan dengan gerakan yang massif dan terpadu. 4. Menghadapi Cakrawala Tantangan Menakar sinergi berarti berani menatap realita. Kami masih berhadapan dengan rendahnya literasi zakat di sebagian kalangan pengusaha yang masih menyalurkan zakat secara parsial. Tantangan digitalisasi juga menanti; kami harus menjembatani generasi milenial Jambi agar berzakat semudah mereka menggerakkan jempol di layar ponsel. Kesimpulan: Visi "Naik Kelas" Saat ini, BAZNAS Provinsi Jambi berada pada fase "Penguatan Institusional". Hubungan dengan pemerintah telah mencapai titik harmoni yang luar biasa. Namun, tantangan masa depan adalah memperluas kolaborasi dengan sektor swasta (CSR) untuk menciptakan dampak yang lebih destruktif terhadap kemiskinan. "Sinergi yang berhasil bukanlah saat kita bangga karena memberi bantuan tunai, melainkan saat kita mampu memulihkan martabat seorang manusia." Kita berharap, melalui Gerak Padu BAZNAS se-Provinsi Jambi, persentase Mustahik yang "NAIK KELAS" meningkat secara signifikan. Dari mereka yang hari ini menerima, esok menjadi mereka yang memberi. Salam Kompak. Salam Tangguh. Salam Ikhlas sebagai Pelayan Ummat.
BERITA11/02/2026 | Oleh: M. Amin, SKM, M. Kes
Mahakarya Ad-Duha di Altar Media: Manifesto Baru BAZNAS Kota Jambi dan Jambi TV
Mahakarya Ad-Duha di Altar Media: Manifesto Baru BAZNAS Kota Jambi dan Jambi TV
JAMBI — Sejarah tidak selalu ditulis di atas meja perundingan yang kaku; terkadang, ia dipahat di bawah pendar lampu studio dan getaran spiritual yang transenden. Pada Jumat siang, 6 Februari 2026, tepat pukul 13.00 WIB, sebuah babak baru kemanusiaan dimulai ketika Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli, C.PB, C.PS, bersama Wakil Ketua I, Bapak Fakhruddin, SE, melangkah memasuki "sanctuary" kreativitas visual Jambi: Studio Jambi TV. Pertemuan ini bukanlah sekadar kunjungan institusional. Ini adalah sebuah simfoni. Di sana, para arsitek informasi telah menanti: David Mursal (General Manager), Ade Putra Wijaya (Pimpinan Perusahaan), Bakhtiar (Pemimpin Redaksi), Riska Apriyani (Manager Marketing), Aulia Zahra (Manager Program), Nofrianto Ade Saputra (Event Organizer), dan Hasanudin (Divisi Media Sosial). Di bawah kerlap-kerlip lampu blitz yang dramatis dan sorotan lensa kamera yang tajam, suasana mencair dalam sebuah keintiman yang intelektual—sebuah pertemuan tanpa jeda antara otoritas moral dan kekuatan media. Provokasi Spiritual: Gema Ad-Duha Diskusi dibuka dengan tausiah yang berfungsi sebagai kompas moral. Namun, atmosfer ruangan mendadak berubah ketika untaian penutup Surah Ad-Duha dikumandangkan: "Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan." Ayat ini bekerja layaknya petir teologis yang membelah keheningan, menyulut kesadaran kolektif mereka yang hadir. Di titik inilah visi Eropa tentang "pencerahan publik" bertemu dengan nilai samawi. Pesan itu jelas: kebajikan bukanlah rahasia yang harus disembunyikan dalam sunyi, melainkan energi yang harus disiarkan, digelorakan, dan disebarluaskan ke setiap sudut cakrawala. Gelombang frekuensi antara BAZNAS dan Jambi TV menyatu dalam satu resonansi: Kebaikan harus memiliki corong yang nyaring. Manifesto Operasional: Melampaui Retorika Ruangan itu saksi dari sebuah dialog intelektual yang hidup. Pertanyaan-pertanyaan tajam dari jajaran manajerial Jambi TV bukan sekadar rasa ingin tahu, melainkan bentuk validasi atas semangat kedermawanan yang kini mulai mengakar di nadi ruang redaksi. Hasilnya adalah sebuah deklarasi progresif: UPZ Jambi TV segera mengudara. Ini bukan sekadar urusan administratif pembentukan unit pengumpul zakat. Ini adalah sebuah transformasi peran; bahwa Jambi TV kini memosisikan diri bukan hanya sebagai narator berita, melainkan sebagai aktor utama, sebuah pilar penyokong ekonomi umat, dan jembatan bagi keadilan sosial di Kota Jambi. Epilog: Fajar yang Tak Lagi Sembunyi Pukul 14.30 WIB, pertemuan itu berakhir, namun energi yang ditinggalkan tetap bergetar di udara. Pertemuan Dr. Padli dan tim Jambi TV telah membuktikan sebuah tesis penting: ketika iman menjadi landasan dan media menjadi kanal, zakat berubah dari sekadar kewajiban ritual menjadi sebuah lifestyle—napas baru dalam perjuangan sosial. Dari studio ini, sebuah pesan dilepas ke angkasa: Cahaya kebaikan tidak lagi mencari jalan, ia sedang menciptakan jalannya sendiri untuk menyinari Jambi dengan lebih terang.
BERITA09/02/2026 | uspdl
Membedah Fikih Pertanian di Era Digital: Dr. Muhamad Padli Abdullah Bimbing Maha Santri Menggali Turats Lewat Teknologi
Membedah Fikih Pertanian di Era Digital: Dr. Muhamad Padli Abdullah Bimbing Maha Santri Menggali Turats Lewat Teknologi
JAMBI – Di tengah pesatnya arus modernisasi, gema literatur klasik Islam (Turats) tidak boleh pudar. Hal inilah yang ditegaskan oleh Dr. Muhamad Padli Bin Abdullah, C.PB, C.PS., saat memberikan bimbingan intensif bagi Maha Santri Ma'had Aly Syekh Ibrahim Al Jambi yang sedang menempuh tugas akhir risalah ilmiah mereka hari ini. ?Kajian yang diangkat bukan sekadar teori, melainkan persoalan krusial yang menyentuh akar ekonomi umat: Zakat Pertanian dan Problematika Sewa Tanah. Dalam bimbingan tersebut, para Maha Santri diajak menyelami kedalaman samudera pemikiran dua mazhab besar, Syafi'i dan Hanafi, guna menemukan solusi hukum yang relevan bagi petani di era kontemporer. ?Kolaborasi Turats dan IT: Menembus Batas Zaman ?Ada yang istimewa dalam proses bimbingan kali ini. Dr. Muhamad Padli mengarahkan para santri untuk tidak hanya mahir membaca kitab gundul, tetapi juga lincah menggunakan instrumen teknologi informasi. ?"Kita tidak sedang meninggalkan masa lalu, tapi kita membawa mutiara dari masa lalu ke masa depan dengan kendaraan teknologi," ujar beliau di sela-sela diskusi. Penggunaan digital library dan perangkat analisis data menjadi alat bantu utama para santri dalam membedah ibarat-ibarat klasik dari kitab-kitab otoritatif. ?Zakat Pertanian: Siapa yang Bertanggung Jawab? ?Diskusi memanas saat membahas perbedaan tajam antara Mazhab Syafi'i dan Hanafi mengenai siapa yang wajib mengeluarkan zakat pada lahan sewa: apakah pemilik tanah atau penyewa lahan? ?Bagi Dr. Muhamad Padli, yang juga merupakan Ketua BAZNAS Kota Jambi, kajian ini memiliki urgensi nyata. Hasil dari risalah ini diharapkan mampu menjadi sandaran bagi lembaga zakat dalam mengedukasi masyarakat petani, khususnya di wilayah Jambi, agar praktik zakat mereka benar-benar sesuai syariat namun tetap adil secara ekonomi. ?Mencetak Ulama Masa Depan ?Melalui bimbingan ini, Ma'had Aly Syekh Ibrahim Al Jambi ingin membuktikan bahwa santri masa kini adalah sosok yang "Melek Kitab, Melek IT". Tugas akhir risalah ini bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan kontribusi nyata santri untuk peradaban Islam dan kesejahteraan umat melalui instrumen zakat.
BERITA08/02/2026 | uspdl
REVOLUSI EPISTEMOLOGI DARI SERAMBI JAMBI: SAAT TURATS BERSENTUHAN DENGAN TEKNOLOGI
REVOLUSI EPISTEMOLOGI DARI SERAMBI JAMBI: SAAT TURATS BERSENTUHAN DENGAN TEKNOLOGI
JAMBI, INDONESIA — Di balik dinding-dinding Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi, Kompleks Ponpes As’ad, aroma kopi Jambi yang kuat tidak hanya membangkitkan panca indera, tetapi juga menandai sebuah diskursus intelektual yang melampaui zaman. Pada Sabtu, 7 Februari 2026, suasana kelas berubah menjadi sebuah laboratorium pemikiran kelas dunia yang memadukan kedalaman tradisi Islam dengan presisi akademik modern. ?Duduk di tengah lingkaran para intelektual muda, Dr. Muhamad Padli, Ketua BAZNAS Kota Jambi sekaligus pengampu kebijakan akademik di Ma’had Aly tersebut, memandu sebuah kajian ilmiah yang ambisius: "Dinamika Fiqh wa Ushuluhu: Dialektika Perbandingan Mazhab dalam Pusaran Zaman." ?Simfoni Klasik dan Modernitas ?Ruang kelas ber-AC yang sejuk menjadi saksi sebuah kontradiksi yang indah. Di atas meja masing-masing mahasantri, kitab-kitab kuning (turats) yang telah berusia berabad-abad terbuka berdampingan dengan laptop generasi terbaru. Fasilitas internet berkecepatan tinggi yang tersedia bukan sekadar pelengkap, melainkan jembatan digital yang menghubungkan teks-teks klasik dengan data riset kontemporer secara real-time. ?"Kita tidak sedang memindahkan abu dari masa lalu, melainkan menjaga apinya agar tetap menyala," ujar Dr. Padli di sela-sela paparannya. Dengan gaya bahasa yang tenang namun provokatif, beliau membedah bagaimana perbedaan pandangan ulama mazhab bukan sekadar warisan sejarah, melainkan metodologi berpikir yang harus dikontekstualisasikan untuk menjawab problematika umat hari ini. ?Kedalaman yang Menyejukkan ?Diskusi mengalir santai namun penuh bobot. Sambil menyeruput kopi Jambi yang menjadi simbol kearifan lokal, para mahasantri tampak antusias melakukan komparasi literatur. Tak jarang, suasana hangat tersebut melahirkan perdebatan intelektual yang sehat saat membahas Ushul Fiqh sebagai fondasi hukum Islam yang fleksibel namun tetap kokoh pada prinsip. ?Bagi mereka, kehadiran Dr. Padli yang membawa perspektif praktisi (selaku Ketua BAZNAS) memberikan warna berbeda. Teori-teori rumit dalam kitab Ushul tidak lagi menjadi abstrak, melainkan menjadi solusi nyata bagi manajemen zakat dan filantropi modern di Kota Jambi. ?Menuju Kiblat Literasi Baru ?Kegiatan hari ini bukan sekadar rutinitas belajar-mengajar. Ini adalah pernyataan bahwa dari Kota Jambi, dari sebuah pondok pesantren bersejarah, sedang lahir generasi "Mutafaqqih Fiddin" yang memiliki akar kuat pada tradisi namun memiliki sayap yang lebar di dunia digital. ?Saat matahari sore mulai meredup di tanah Melayu, kelas berakhir dengan satu keyakinan kolektif: Bahwa di tangan para mahasantri ini, kejayaan intelektual Islam bukan lagi sekadar memori masa lalu, melainkan realitas yang sedang dibangun kembali—bit demi bit, halaman demi halaman. ?Penulis: DEMA MASIA Koresponden Literasi Digital Lokasi: Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi, Seberang Kota Jambi.
BERITA07/02/2026 | uspdl
Diplomasi Lontong Tunjang: Jambi Guncang Dunia lewat Sinergi Zakat dan Proteksi Sosial
Diplomasi Lontong Tunjang: Jambi Guncang Dunia lewat Sinergi Zakat dan Proteksi Sosial
KOTA JAMBI, INDONESIA — Di tengah hiruk-pikuk transformasi ekonomi global, sebuah langkah revolusioner muncul dari jantung Kota Jambi. Pada Jumat pagi, 6 Februari 2026, sebuah pertemuan strategis yang memadukan nilai spiritual dan visi modern berlangsung di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jambi. Pertemuan ini bukan sekadar seremonial. Dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Jambi bersama Wakil Ketua I, Bapak Fakhruddin, SE, delegasi ini disambut hangat oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jambi, Bapak Hendra Alvian. Diskusi ini menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan jaring pengaman sosial berbasis filantropi Islam di Indonesia. Simbolisme di Balik Hidangan Lokal Dimulai tepat pukul 09.00 WIB, suasana formal seketika mencair dengan hadirnya hidangan Lontong Tunjang khas Jambi. Dalam dunia diplomasi tingkat tinggi, meja makan seringkali menjadi tempat lahirnya keputusan besar. Kehangatan hidangan tersebut menyimbolkan "lezatnya" berkah kolaborasi yang akan segera dirasakan oleh masyarakat akar rumput dan para pejuang agama. Melindungi "Para Penjaga Langit" Fokus utama sinergi ini adalah mengonversi dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) masyarakat Jambi menjadi perisai pelindung bagi mereka yang selama ini bekerja di garis depan keagamaan namun sering terlupakan oleh sistem asuransi formal. Para Imam Masjid, Muazin, Marbot, hingga fakir miskin kini tidak lagi berjalan sendiri. Melalui kerja sama ini, mereka mendapatkan akses terhadap: * Kepastian Medis: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan biaya pengobatan tanpa batas sesuai kebutuhan medis. * Martabat Keluarga: Jaminan Kematian (JKM) yang memberikan santunan tunai bagi ahli waris untuk menjaga keberlangsungan hidup. * Investasi Masa Depan: Skema beasiswa pendidikan bagi anak-anak pengurus masjid untuk memutus rantai kemiskinan. Revolusi Filantropi: Dari Konsumtif ke Protektif Model yang diterapkan di Jambi ini membuktikan bahwa Ekonomi Syariah mampu berintegrasi secara harmonis dengan sistem jaminan sosial nasional. Ini adalah perubahan paradigma dari sekadar memberi bantuan tunai yang sekali habis, menjadi perlindungan risiko yang berkelanjutan. "Zakat bukan lagi sekadar bantuan untuk makan hari ini, melainkan instrumen strategis untuk menjamin martabat dan ketenangan jiwa di hari esok," tegas pimpinan BAZNAS dalam pertemuan tersebut. Kesimpulan: Oase di Awal 2026 Langkah BAZNAS Kota Jambi dan BPJS Ketenagakerjaan ini menyisir celah kemiskinan yang sering kali tidak terjangkau oleh anggaran negara secara langsung. Jambi kini mengirimkan pesan kuat ke seluruh dunia: bahwa profesionalisme yang dibalut dengan empati dan kearifan lokal mampu menciptakan keadilan sosial yang nyata bagi seluruh umat.
BERITA06/02/2026 | uspdl
Melegalkan Kebaikan, Mendigitalisasi Berkah: BAZNAS Kota Jambi Guncang Ekosistem Filantropi Masjid Melalui Aplikasi 'Menara Masjid'
Melegalkan Kebaikan, Mendigitalisasi Berkah: BAZNAS Kota Jambi Guncang Ekosistem Filantropi Masjid Melalui Aplikasi 'Menara Masjid'
KOTA ?JAMBI, 5 Februari 2026 – Sebuah revolusi pengelolaan dana umat baru saja dimulai dari jantung Kota Jambi. BAZNAS Kota Jambi, di bawah komando Dr. Muhamad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I., hari ini resmi menggelar Pelatihan dan Pembekalan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid se-Kota Jambi yang diikuti oleh ratusan pengurus secara daring melalui platform Google Meet. ?Acara yang berlangsung maraton sejak pukul 13.00 hingga 16.30 WIB ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah langkah raksasa menuju Legalisasi dan Modernisasi dana umat yang selama ini terpendam di akar rumput. ?Sinergi Sang Visioner dan Penemu Aplikasi 'Menara Masjid' ?Dunia filantropi Islam hari ini menyoroti kolaborasi epik antara Ketua BAZNAS Kota Jambi dengan Penemu Aplikasi Menara Masjid. Sinergi ini menghadirkan solusi konkret atas tantangan transparansi yang selama ini dihadapi masjid-masjid konvensional. ?Melalui aplikasi ini, setiap rupiah yang dihimpun oleh masjid kini bukan lagi sekadar catatan di buku saku, melainkan aset bangsa yang tercatat secara resmi oleh negara. Inilah bentuk nyata dari kedaulatan ekonomi umat yang transparan dan akuntabel. ?Masjid Sebagai Episentrum Kebangkitan Ekonomi ?Dalam pemaparannya yang menggetarkan semangat, Dr. Padli menegaskan bahwa UPZ adalah perpanjangan tangan negara yang memiliki legalitas hukum kuat. ?"Masjid jangan lagi hanya menjadi tempat ibadah ritual, tapi harus bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi (Lumbung Pangan Umat). Dengan legalitas UPZ dari BAZNAS, pengurus masjid kini memiliki payung hukum yang sah dalam menghimpun dana, sementara aplikasi Menara Masjid memastikan setiap tetes keringat muzakki terdokumentasi secara digital dan presisi," tegas Dr. Padli. ?Masa Depan Berada di Tangan UPZ yang Melek Digital ?Pelatihan ini menandai era baru di mana masjid-masjid di Kota Jambi tidak lagi gagap teknologi. Dengan integrasi sistem digital: ?Penghimpunan Legal: Terhindar dari tuduhan pungli karena memiliki SK resmi. ?Pencatatan Negara: Dana zakat/infak masjid berkontribusi langsung pada angka penurunan kemiskinan nasional. ?Transparansi Mutlak: Muzakki dapat memantau penggunaan dana secara real-time. ?Dunia kini melihat, dari Kota Jambi, sebuah model perlindungan sosial berbasis masjid yang kuat, legal, dan digital sedang dibangun. Ini adalah pesan bagi dunia bahwa Islam adalah agama yang rapi dalam administrasi dan hebat dalam implementasi
BERITA05/02/2026 | uspdl
Menanam Benih Surga Sejak Dini: BAZNAS Kota Jambi Gelar Simulasi Manasik Zakat Bersama Bunda PAUD di IAIMA
Menanam Benih Surga Sejak Dini: BAZNAS Kota Jambi Gelar Simulasi Manasik Zakat Bersama Bunda PAUD di IAIMA
KOTA JAMBI – Sebuah langkah besar untuk masa depan umat baru saja diukir di Aula Kampus IAIMA Jambi, Kamis (05/02/2026). Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti ruangan saat puluhan Bunda PAUD se-Kota Jambi berkumpul bukan sekadar untuk pertemuan biasa, melainkan untuk sebuah misi mulia: Simulasi Manasik Zakat. Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru di bawah kepemimpinan Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam upaya membumikan syariat zakat sejak usia dini. Membangun Karakter Dermawan dari Akar Bunda PAUD adalah ujung tombak pendidikan karakter. Melalui simulasi ini, BAZNAS Kota Jambi ingin memastikan bahwa anak-anak di Kota Jambi tidak hanya mengenal rukun Islam secara lisan, tetapi merasakannya melalui tindakan nyata berbagi. "Kita sedang menanam benih peradaban. Jika sejak kecil anak-anak kita sudah akrab dengan indahnya berzakat, maka kelak mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki jiwa sosial yang menggetarkan langit," ujar Dr. Padli dalam pesan penuh semangatnya. Kolaborasi Strategis di Kampus IAIMA Pemilihan lokasi di Kampus IAIMA bukan tanpa alasan. Ini adalah wujud nyata kolaborasi akademis dan praktis. Staf profesional BAZNAS Kota Jambi turun langsung menjadi koordinator, memandu para Bunda PAUD dalam memahami tata cara zakat yang benar, untuk kemudian ditularkan kepada anak didik mereka. Manasik Zakat ini dirancang dengan metode yang ceria namun bermakna, mengajarkan bahwa di setiap harta yang kita miliki, ada hak orang lain yang harus ditunaikan. Zakat Sebagai Gaya Hidup Baru Melalui transformasi digital dan edukasi masif seperti ini, BAZNAS Kota Jambi bercita-cita menjadikan "Sadar Zakat" sebagai gaya hidup masyarakat Jambi, dimulai dari bangku sekolah PAUD. Kegiatan yang ditutup dengan doa bersama ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan kemanusiaan yang lebih besar di Tanah Pilih Pesako Betuah. Karena sesungguhnya, tangan yang memberi selalu lebih mulia, dan hati yang peduli adalah kunci keberkahan kota
BERITA05/02/2026 | uspdl
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Jambi.

Lihat Daftar Rekening →