JAMBI, 17 Februari 2026 – Di saat fajar menyingsing hingga matahari tepat berada di puncaknya, sebuah gerakan intelektual dan spiritual sedang dikonstruksi di Z-Corner Banjuran Budayo, Kota Jambi. Selasa pagi ini menjadi saksi bisu betapa Ketua BAZNAS Kota Jambi, Ust. Dr. Muhamad Padli Abdullah, tidak sedang bermain-main dengan amanah. Beliau turun langsung dalam produksi maraton video Kultum Ramadhan yang akan mengudara melalui Jek TV.
Ini bukan sekadar program televisi biasa. Ini adalah sebuah "Jihad Literasi" untuk melawan amnesia sosial terhadap hak-hak kaum dhuafa.
Z-Corner: Titik Nol Peradaban Zakat
Pemilihan Z-Corner Banjuran Budayo sebagai latar bukan tanpa alasan filosofis yang dalam. Di tengah kepungan modernitas, Ust. Dr. Muhamad Padli Abdullah memilih kembali ke akar budaya untuk membicarakan pesan langit. Langkah ini menantang standar dakwah konvensional yang seringkali terjebak dalam ruang kedap udara yang kaku. Dari sini, pesan tentang Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dialirkan sebagai sebuah gaya hidup (lifestyle) manusia modern yang religius.
Menantang Arus, Menembus Layar Kaca
Program Kultum Ramadhan yang diproduksi hari ini dijadwalkan menjadi instrumen utama sosialisasi BAZNAS Kota Jambi menjelang waktu berbuka puasa. Dr. Padli Abdullah menyampaikan narasi yang tidak hanya menyejukkan, tetapi juga "mengganggu" kenyamanan mereka yang lupa bahwa di dalam harta mereka terdapat hak fakir miskin yang harus segera dikembalikan.
"Kita tidak hanya bicara soal menahan lapar, kita bicara soal arsitektur kemanusiaan. Zakat adalah pilar yang menopang bangunan keadilan sosial di Kota Jambi," tegas Dr. Padli di sela-sela pengambilan gambar.
Apresiasi dari Meja Redaksi
Langkah progresif ini mendapat pengakuan serius dari praktisi media. Maskun Sofwan, Redaktur Jek TV, menegaskan bahwa apa yang dilakukan BAZNAS Kota Jambi adalah lompatan besar dalam dunia penyiaran religi di Jambi.
"Ini adalah langkah yang luar biasa dan melampaui standar biasanya. Menyiarkan Islam dan ZIS secara masif melalui visual yang berkualitas adalah cara paling efektif untuk menyentuh hati masyarakat Jambi secara umum. BAZNAS Kota Jambi tidak hanya sedang berdakwah, mereka sedang menetapkan standar baru bagaimana lembaga publik berkomunikasi dengan rakyatnya," ujar Maskun Sofwan dengan nada penuh apresiasi.
Analisa Strategis: Lebih dari Sekadar Kultum
Secara geopolitik lokal, aksi ini menempatkan BAZNAS Kota Jambi sebagai lembaga paling responsif dan inovatif dalam memanfaatkan kanal media massa. Dengan memajukan jadwal produksi sejak pertengahan Februari, BAZNAS menunjukkan kesiapan manajerial yang matang—sebuah kualitas dunia yang jarang ditemukan pada lembaga filantropi lokal.
Kultum ini nantinya bukan hanya akan menjadi tontonan menjelang maghrib, melainkan sebuah manifesto kemanusiaan yang mengajak warga Jambi untuk kembali menemukan fitrahnya sebagai makhluk sosial yang peduli.
Editor: Tim Redaksi Literasi Zakat Jambi Lokasi: Z-Corner Banjuran Budayo, Kota Jambi