WhatsApp Icon
Melampaui Sekat Digital: Kala Adab dan Diplomasi Hati Menyatukan Pemimpin Jambi

 

JAMBI – Di tengah hiruk-pikuk era disrupsi informasi, di mana pesan singkat seringkali menggantikan kehadiran fisik, sebuah pesan kuat tentang adab dan keteladanan baru saja dikirimkan dari jantung Kota Jambi. Ketua Baznas Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli Abdullah, S.Pd.I., M.Pd.I., C.PB, C.PS., melakukan sebuah langkah simbolis yang menghujam: melakukan silaturahmi fisik (muwajahah) ke kediaman dinas Wali Kota Jambi.

Kunjungan ini bukan sekadar protokoler birokrasi, melainkan sebuah "diplomasi hati" yang memadukan kedalaman teks suci dengan realitas sosial. Dr. Padli hadir membawa pilar kekuatan personalnya—sang istri, Hani'atuz Zuhria, beserta kelima putra-putrinya: Muhammad Khairul Azzam, Muhammad Afif, Nurul Afifah, Azkia Maghfiroh, dan Muhammad Raffa. Kehadiran keluarga utuh ini seolah menegaskan bahwa kepemimpinan yang kokoh bermula dari unit terkecil peradaban: keluarga.

Teks Suci sebagai Kompas Bergerak

Langkah Dr. Padli berakar pada teologi yang sangat fundamental. Dalam khazanah Islam, silaturahmi adalah instrumen langit yang disejajarkan dengan ketakwaan kepada Sang Pencipta. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah Ar-Ra’d ayat 21:

??????????? ????????? ??? ?????? ??????? ???? ??? ??????? ???????????? ????????? ???????????? ????? ?????????? "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan (silaturahmi), dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk."

Rasulullah SAW pun menjanjikan bahwa silaturahmi adalah kunci pembuka pintu rezeki dan usia yang berkah (Man ahabba an yubsatho lahu fii rizqihi...). Secara Qiyas (analogi), para ulama kontemporer membedah bahwa meski media digital mampu mengirimkan informasi, ia gagal mentransfer "energi kehadiran" dan "getaran adab". Jabat tangan yang terjadi secara fisik dianalogikan sebagai penggugur dosa, laksana dedaunan kering yang jatuh diterpa angin.

Sinergi di Balik Cangkir Teh

Di ruang tamu Wali Kota, diskusi mengalir jauh melampaui basa-basi Lebaran. Ada frekuensi yang sama antara Baznas sebagai motor filantropi dan Pemerintah Kota sebagai pemegang kebijakan.

"Silaturahmi secara langsung adalah cara kita 'menjemput' keberkahan yang tidak bisa diwakili oleh layar ponsel," ujar Dr. Padli. "Di Baznas, kami mengelola harta umat, namun di sini, kami menyambung hati. Tanpa hubungan hati yang kuat, visi kemandirian umat hanyalah deretan angka tanpa jiwa."

Senada dengan itu, Wali Kota Jambi memberikan apresiasi mendalam atas keteladanan adab yang ditunjukkan Dr. Padli. "Kedatangan Dr. Padli beserta keluarga adalah simbol bahwa kepemimpinan di Jambi dibangun di atas fondasi kekeluargaan. Silaturahmi tatap muka meruntuhkan sekat, mempercepat solusi, dan memastikan kita bergerak dalam satu saf untuk kesejahteraan masyarakat."

Menghidupkan Kembali Pesan Al-Ghazali

Kunjungan ini seolah menghidupkan kembali pesan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin bahwa pertemuan langsung melahirkan Al-Unsu—kenyamanan jiwa yang menjadi fondasi kekuatan umat. Di tengah masyarakat yang semakin individualis, Dr. Muhamad Padli Abdullah mengingatkan kita semua: bahwa setinggi apa pun jabatan akademik dan profesional, adab dan silaturahmi adalah modal utama untuk merajut kemajuan peradaban.

Pertemuan diakhiri dengan doa bersama, menandai babak baru sinergi yang lebih erat antara pengelola zakat dan otoritas kota—sebuah harmoni demi Jambi yang lebih bermartabat.

23/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas Kota Jambi
Manifesto Kemanusiaan dari Tanah Jambi: Membelah Ego, Menanam Jiwa

JAMBI, INDONESIA – Di bawah cakrawala biru yang memayungi "Tanah Pilih Pusako Betuah", sebuah fragmen spiritualitas yang mendalam terbentang di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026. Ribuan umat Muslim berkumpul dalam satu ritme yang sama, mengubah perayaan Idul Fitri 1447 H dari sekadar ritual tahunan menjadi sebuah "Mi'raj Ruhani"—sebuah pendakian jiwa menuju kemurnian fitrah yang paling hakiki.

Di antara barisan shaf yang rapi, tampak Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersanding dengan rakyatnya tanpa sekat birokrasi. Dalam keheningan doa, jabatan dan strata sosial seolah luruh, menyisakan kerendahan hati kolektif di hadapan Sang Pencipta.

Zakat sebagai Nalar Peradaban

Dr. Muhamad Padli Abdullah, Ketua BAZNAS Kota Jambi, dalam orasinya yang bertajuk "Membelah Kekikiran, Menumbuhkan Kemanusiaan", menawarkan refleksi tajam mengenai fungsi sosial agama. Baginya, Takbir yang menggema bukanlah sekadar pemanis bibir, melainkan sebuah proklamasi keras untuk meruntuhkan firaun-firaun kecil dalam diri: kesombongan dan ketidakpedulian.

"Sebagaimana petani membelah tanah agar benih bisa tumbuh, hari ini kita harus membelah kekikiran di dalam dada kita, agar benih kemanusiaan tumbuh subur di tengah masyarakat," tegasnya dalam nada yang berwibawa.

 

Retorika ini menggarisbawahi nalar zakat sebagai alat distribusi keadilan. Zakat bukan sekadar penggugur kewajiban, melainkan upaya sistematis untuk memastikan bahwa "hari kebahagiaan" tidak menjadi "hari penderitaan" bagi kaum dhuafa.

Elegi Madinah dan Komitmen Sosial

Suasana mencapai titik nadir keharuan saat khatib menarik garis sejarah ke abad ke-2 Hijriah di Madinah. Kisah Rasulullah SAW yang memeluk seorang bocah yatim compang-camping di tengah riuh tawa Idul Fitri menjadi tamparan nurani bagi jamaah modern. Pesan ini menjadi alarm moral bagi warga Jambi: bahwa kesalehan tidak boleh berhenti di kening yang hitam karena sujud, jika tangan masih enggan merangkul mereka yang lapar.

Komitmen ini ditegaskan sebagai visi besar pemerintah dan BAZNAS—untuk memastikan tidak ada satu pun warga Jambi yang merasa "yatim" atau terasing di rumahnya sendiri akibat jerat kemiskinan.

Munajat di Tengah Luka Global

Menjelang akhir prosesi, ribuan tangan menengadah dalam munajat yang melampaui batas geografis. Di tengah hidangan lezat dan kegembiraan domestik, doa-doa berapi dikirimkan untuk Palestina yang masih bersimbah darah. Amin yang bersahut-sahutan di lapangan tersebut menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan tetap menjadi inti dari iman.

Perayaan ini ditutup dengan sebuah resolusi: kepulangan jamaah bukan sebagai "Hamba Ramadan" yang musiman, melainkan sebagai "Hamba Rabbani" yang kepeduliannya tak akan luntur meski takbir telah berhenti berkumandang.

21/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas Kota Jambi
Transformasi Zakat Produktif: Mekanik Z-Auto Kawal Keselamatan Pemudik 2026

 

JAMBI – Sebuah pemandangan penuh inspirasi terlihat di sepanjang jalur mudik Kota Jambi tahun 2026 ini. Program Pemberdayaan Zakat melalui Bengkel Motor Z-Auto membuktikan bahwa zakat tidak hanya sekadar memberi makan, tetapi juga melahirkan kemandirian dan martabat bagi para mustahik.

Melalui Posko Mudik BAZNAS, para mekanik binaan program Z-Auto menunjukkan keahliannya dengan melayani para pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman. Layanan servis ringan dan ganti oli gratis yang dihadirkan menjadi primadona bagi para pengendara motor yang berbondong-bondong memadati posko untuk memastikan kendaraan mereka dalam kondisi prima.

Dari Mustahik Menjadi Pahlawan Mudik

Kehadiran bengkel Z-Auto di jalur mudik ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan simbol keberhasilan transformasi zakat produktif. Para teknisi yang dulunya merupakan penerima manfaat (mustahik), kini tampil percaya diri sebagai sosok mandiri yang mampu membantu sesama di saat-saat krusial menjelang Idul Fitri.

"Ini adalah bukti nyata bahwa zakat produktif mampu mengubah keadaan. Para mustahik yang telah dibekali keterampilan dan modal melalui program Z-Auto kini tidak lagi hanya menerima, tetapi sudah mampu memberi kontribusi nyata bagi kelancaran arus mudik," ujar pimpinan BAZNAS Kota Jambi di sela-sela peninjauan posko.

Sinergi Keselamatan dan Kemanusiaan

Antusiasme pemudik sangat tinggi terlihat dari antrean kendaraan yang memanfaatkan layanan ini. Bagi para pejuang keluarga yang menempuh perjalanan jauh, keberadaan mekanik Z-Auto adalah oase yang memberikan ketenangan batin dan keamanan berkendara tanpa harus memikirkan biaya tambahan.

Program ini menegaskan komitmen BAZNAS Kota Jambi dalam mengelola amanah muzakki secara profesional dan berkelanjutan. Zakat yang disalurkan dalam bentuk pemberdayaan ekonomi seperti Z-Auto terbukti menciptakan siklus kebaikan yang tak terputus—dari kemandirian ekonomi hingga pengabdian kepada masyarakat.

Dengan motor yang sehat dan hati yang tenang, perjalanan mudik tahun 2026 ini terasa lebih bermakna. Zakat Anda, melalui tangan-tangan terampil mekanik Z-Auto, turut menjaga nyawa dan menghantarkan kebahagiaan hingga ke pintu rumah keluarga di kampung halaman.

20/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas Kota Jambi
Dedikasi Tanpa Batas: H-1 Lebaran, BAZNAS Kota Jambi Pastikan Amanah Muzakki Sampai ke Tangan yang Berhak

 

JAMBI – Di saat sebagian besar masyarakat telah berkumpul bersama keluarga untuk mempersiapkan hidangan hari raya, suasana berbeda tampak di Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi. Tepat pada H-1 Idul Fitri 1447 H, aktivitas pelayanan tetap berdenyut kencang demi menunaikan satu misi mulia: memastikan amanah para muzakki tersampaikan kepada mereka yang paling membutuhkan.

Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli Abdullah, S.Pd.I., M.Pd.I., terlihat masih sigap memimpin koordinasi penyaluran bantuan Program Mustahiq Ramadhan. Fokus utama penyaluran kali ini adalah warga yang berada di kategori Desil 1-3—kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah yang sangat membutuhkan uluran tangan untuk dapat ikut merasakan kebahagiaan di hari kemenangan.

Komitmen untuk bekerja full time hingga detik terakhir Ramadhan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral lembaga dalam mengemban amanah dana zakat, infak, dan sedekah yang telah dititipkan oleh para muzakki Kota Jambi.

Bekerja sebagai Bentuk Ibadah

Dalam sela-sela aktivitasnya, Dr. Muhamad Padli Abdullah menyampaikan bahwa tugas mengelola zakat bukanlah sekadar pekerjaan administratif, melainkan pengabdian spiritual yang tidak mengenal kata libur selama masih ada hak mustahiq yang harus ditunaikan.

Beliau memberikan motivasi dengan mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah Ayat 105:

"Dan Katakanlah: 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan'."

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa melayani umat di waktu-waktu krusial seperti menjelang lebaran adalah manifestasi dari kasih sayang sesama muslim. Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah SAW:

"Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya." (HR. Muslim).

"Amanah muzakki adalah hutang yang harus segera dibayarkan kepada para mustahiq. Kami ingin memastikan bahwa di hari raya esok, tidak ada satu pun warga kita di Desil 1-3 yang merasa sendirian atau kekurangan pangan. BAZNAS hadir sebagai jembatan kasih sayang tersebut," tegas Dr. Muhamad Padli Abdullah dengan penuh ketulusan.

Menjaga Martabat Umat

Penyaluran Mustahiq Ramadhan di menit-menit terakhir ini dilakukan dengan tetap menjaga martabat para penerima bantuan. Dengan komitmen pelayanan penuh waktu ini, BAZNAS Kota Jambi berharap keberkahan zakat dapat menyentuh setiap relung rumah warga yang membutuhkan, sehingga kemenangan Idul Fitri benar-benar menjadi kemenangan milik semua. Penyerahan melalui Relawan Zakat Infaq dan sedekah (Rezizs) Baznas Kota Jambi untuk sesegera nya disampaikan pada mustahiq.

Kerja keras yang ditunjukkan jajaran BAZNAS Kota Jambi ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat di Tanah Pilih Pesako Betuah dilakukan dengan profesionalisme tinggi, transparansi, dan hati yang tulus melayani.

20/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas Kota Jambi
Menjemput Cahaya Kemenangan dari Puncak Mahligai: Sinergi Ulama dan Umara Jambi dalam Rukyatul Hilal 1447 H

 

JAMBI – Di bawah langit sore yang mulai menyapu cakrawala, suasana khidmat menyelimuti lantai 12 Gedung Mahligai Bank 9 Jambi. Tepat pukul 17.00 WIB pada Kamis (19/03/2026), para pemimpin daerah, ulama, dan pakar astronomi berkumpul dalam satu tujuan mulia: melaksanakan prosesi Rukyatul Hilal untuk menentukan awal syawal 1447 H.

Kegiatan yang menjadi sorotan publik Jambi ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, mulai dari Ka Kanwil Kemenag Jambi, Ketua MUI, Kapolda Jambi, Ketua BMKG, Kepala Pengadilan Tinggi Agama Jambi dan Kota Jambi, jajaran Forkopimda, hingga pimpinan BAZNAS Provinsi dan Kota Jambi. Tidak ketinggalan, puluhan awak media se-Kota Jambi turut menjadi saksi mata prosesi penentuan hari kemenangan ini.

Menggunakan deretan teropong canggih dengan teknologi mutakhir, para peserta dengan seksama memantau ufuk barat, mencari kemunculan hilal di antara semburat cahaya matahari terbenam.

Pesan Persatuan dan Ketetapan Hati

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, Dr. H. Mahbub Daryanto, dalam arahannya menekankan pentingnya akurasi dan kebersamaan dalam proses ini.

"Rukyatul Hilal hari ini adalah ikhtiar kita untuk memastikan ibadah umat berjalan di atas landasan syar’i yang kuat. Dengan dukungan teknologi BMKG dan kesaksian para tokoh di sini, kita berharap dapat memberikan kepastian yang menyejukkan bagi seluruh masyarakat Jambi. Ini adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah sekaligus penghormatan terhadap sains," ujar Dr. Mahbub.

Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Jambi, Dr. KH. Umar Yusuf, memberikan pesan spiritual yang mendalam bagi umat Islam yang sedang menanti.

"Hilal adalah tanda dari Sang Pencipta. Namun yang lebih utama adalah kesiapan hati kita menyambut kemenangan. Mari kita jadikan momen rukyat ini sebagai simbol persatuan. Apapun hasilnya nanti, itulah ketetapan terbaik yang harus kita sambut dengan penuh rasa syukur setelah sebulan penuh berjuang menahan diri," tutur beliau dengan bijak.

Kemenangan yang Berbagi

Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli Abdullah, yang turut hadir menyaksikan langsung proses tersebut, memberikan refleksi mengenai kaitan antara ibadah personal dan kepedulian sosial di penghujung Ramadhan.

"Menatap hilal dari ketinggian Mahligai ini menyadarkan kita betapa besarnya harapan umat akan hari kemenangan. Di BAZNAS, kami ingin memastikan bahwa kegembiraan Idul Fitri yang kita jemput melalui hilal ini juga dirasakan oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan. Hilal ini bukan sekadar tanda penanggalan, tapi panggilan bagi kita semua untuk menyempurnakan ibadah dengan zakat dan berbagi kebahagiaan," ungkap Dr. Muhamad Padli Abdullah.

Beliau juga menambahkan motivasi bagi para pejuang zakat dan relawan yang terus bergerak hingga detik terakhir Ramadhan.

"Kemenangan sejati adalah saat kita mampu mengangkat derajat sesama. Semoga cahaya hilal tahun ini membawa keberkahan dan kedamaian bagi seluruh warga Kota Jambi."

Prosesi pengamatan berlangsung hingga matahari benar-benar tenggelam, di mana seluruh data dan hasil pemantauan kemudian dilaporkan secara resmi sebagai bagian dari sidang isbat nasional. Sinergi antara teknologi, hukum Islam, dan semangat berbagi yang terpancar dari Gedung Mahligai sore itu menjadi potret indah harmoni masyarakat Jambi menyambut hari kemenangan.

20/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas Kota Jambi

Berita Terbaru

HEADLINE: MELAWAN WAKTU DEMI NYAWA: FILOSOFI 'JALUR HIJAU' BAZNAS JAMBI DALAM MEMBASUH AIR MATA MUSTAHIK
HEADLINE: MELAWAN WAKTU DEMI NYAWA: FILOSOFI 'JALUR HIJAU' BAZNAS JAMBI DALAM MEMBASUH AIR MATA MUSTAHIK
JAMBI – Di tengah hiruk-pikuk hari libur nasional, sebuah renungan dan diskusi mendalam lahir dari sanubari insan BAZNAS se-Provinsi Jambi. Dipimpin langsung oleh M. Amin Abdullah, SKM., M.Kes., BAZNAS Jambi dan didampngi ketua BAZNAS Kota Jambi Dr. Muhammad Padli Abdullah, menegaskan sebuah paradigma baru: bahwa dalam pengelolaan zakat, kecepatan bukanlah sekadar soal teknis, melainkan soal detak jantung kemanusiaan. Analisa Mendalam: Teodisi dan Kecepatan sebagai Ruh Ibadah Secara sosiologis, kemiskinan di 11 Kabupaten/Kota di Jambi bukan sekadar angka statistik, melainkan kondisi yang bersifat time-sensitive. Penundaan bantuan darurat—baik kesehatan maupun pangan—bukan hanya sebuah kegagalan birokrasi, melainkan sebuah kegagalan moral yang berisiko fatal. M. Amin Abdullah, alumni Universitas Indonesia yang kini menahkodai BAZNAS Provinsi Jambi, melakukan dekonstruksi terhadap dikotomi antara ketelitian administratif dan kecepatan eksekusi. Baginya, "Kecepatan adalah Ruh." "Menunda bantuan satu hari bagi mereka yang sedang di ambang maut atau kelaparan, adalah pengkhianatan terhadap amanah. Kecepatan adalah penyelamatan," tegas Amin dalam narasinya. Pilar Percepatan: Memutus Rantai Birokrasi yang Mematikan Melalui strategi "SOP Jalur Hijau (Fast Track)", BAZNAS Jambi melakukan lompatan besar. Bantuan darurat kini ditargetkan cair dalam waktu maksimal 1x24 jam. Analisa strategis ini mencakup tiga poin krusial: Digitalisasi dan Integrasi Data: Memanfaatkan basis data kemiskinan digital untuk memangkas waktu survei tanpa mengabaikan aspek syar’i dan ketelitian. Desentralisasi Wewenang: Memberikan mandat kepada tim lapangan untuk validasi instan, memastikan keputusan tidak tertahan di meja pleno mingguan saat nyawa mustahik menjadi taruhannya. Layanan Jemput Bola (Proactive Responding): BAZNAS Jambi tidak lagi menunggu pintu kantor diketuk. Melalui jaringan Gerak Padu, amil bergerak ke pelosok mencari mereka yang "air matanya jatuh ke dalam"—mereka yang terlalu malu meminta, namun jiwanya nyaris patah. Narasi Menggetarkan: Menghapus Aib dan Dosa Sosial Amin Abdullah memberikan peringatan keras yang menggetarkan batin para Amil. Ia menyoroti fenomena memilukan di mana mustahik yang lemah pertahanan jiwanya memilih mengakhiri hidup (suicide) akibat tekanan ekonomi. "Bagi insan BAZNAS, ini adalah aib dan dosa terbesar yang akan kita tanggung di Hari Hisab kelak. Bidang Pengumpulan dan Distribusi harus menjadi dua ruh yang berkoordinasi setiap detik untuk satu tujuan: Mempercepat eksekusi manfaat." Dampak Makro: Keberkahan bagi Institusi dan Negeri Kecepatan ini bukan tanpa hitungan akademik. Secara institusional, respon cepat melahirkan "Efek Viral Kebaikan" yang memperkuat modal sosial (Social Trust) para Muzakki. Secara makro, percepatan ini berkorelasi langsung dengan indikator pembangunan manusia (IPM), penurunan Gini Ratio, serta perbaikan indikator kesehatan spesifik seperti penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (MMR/IMR) di Jambi. Kesimpulan: Saldo Bukan Ukuran, Kecepatan Adalah Kebanggaan Sebagai penutup, sebuah kalimat kuat menjadi jangkar renungan bagi seluruh sahabat BAZNAS: "Keberkahan bukan terletak pada seberapa banyak saldo yang kita kelola, melainkan seberapa cepat saldo tersebut berpindah tangan untuk menghapus air mata Mustahik." Semangat ini adalah perwujudan nyata dari visi Jambi MANTAP, sebuah gerakan di mana filantropi Islam menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah kemanusiaan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Pantun Penutup sebagai Pengikat Ukhuwah: Pisau patah dibawo ke tukang las, Pisau lah iluk untuk mengupas manggo. Mustahik Se Jambi Naik Kelas, Se izin Allah Insan BAZNAS se Jambi menjadi ahli surgo. Selamat Ngopi Pagi, Sahabatku yang Mulia Hati.
BERITA17/02/2026 | Oleh: M. Amin Abdullah dan M.Padli Abdullah
NGASAH KAJI DI ATAS PINGGAN LONTONG TUNJANG: KALA MAKNA LANGIT TEJALIN DI LANTAI 4 MAHLIGAI
NGASAH KAJI DI ATAS PINGGAN LONTONG TUNJANG: KALA MAKNA LANGIT TEJALIN DI LANTAI 4 MAHLIGAI
JAMBI – Di pucuk kemegahan Gedung Mahligai Bank 9 Jambi, tepatnyo di lantai 4 yang nampak nian eloknyo, sebuah peristiwa "Ngasah Kaji" pecah mendobrak sekat antaro protokol kantoran yang kaku dangan kedalaman spiritual. Kamis, 12 Februari 2026, jadi saksi cemano pimpinan keuangan tertunduk khidmat, dak lagi mandangi layar saham, tapi mandangi kebenaran hakiki. Dak ado aroma kertas laporan yang menuhi ruangan, yang ado malah uap sedap Lontong Tunjang dangan Sambal Teri khas Jambi yang jadi "kawan ngobrol" kelas tinggi. Di sano, para pemegang kuaso—Direktur Utama dangan jajaran Pejabat Teras Bank Jambi—ngelepas atribut jabatan demi nak jadi murid kehidupan. Duo Jam yang Meresap: Ketiko Logika Bankir Tunduk Takluk Pertemuan ko jadi sambungan yang jauh lebih nyentuh perasaan. Selamo 120 menit yang krusial, ruang rapat tu berubah jadi medan kaji yang panas tapi nyejukkin hati. "Hujan" pertanyokan tajam soal hubungan ekonomi modern dangan hukum langit dilontarkan para bankir ko dangan rasa haus nak nyari kebenaran. Dangan tenang nan kalem, Ketua BAZNAS Kota Jambi didampingi Wakil Ketua I, membedah tigo pilar utamo yang mambukak pikiran: * Fiqh nan Membumi: Nekankan kalu zakat tu bukan cumo soal bayar-membayar administrasi, tapi cemano kito ngebersih harta kito dewek. * Tasawuf nan Nyejukkin: Membedah cemano sifat tamak manusio dangan nanamkan pemahaman bahwo "ngelepas" (sedekah) itulah caro terbaik untuk "memiliki". * Transformasi Sosial: Maparkan jalan terang cemano zakat biso jadi sanjato pamungkas untuk numpas kemiskinan sampai ke akar-akarnyo. Kudapan Licin, Nurani Tepisi Seiring ludesnyo kuah tunjang di piring, terkikis pulo ego-ego jabatan di dalam hulu hati. Di meja makan tu, dak ado lagi batas antaro pejabat bank dangan ulama. Yang tinggo cumo kumpulan hamba Allah yang lagi "ngisi ulang" batin meriko. Canda tawa yang pecah bukan cumo baso-basi, tapi tando legonyo hati nerimo jawaban yang selamo ko terkunci dek logika dunio bae. Pesat Terakhir: Investasi Tanpa Rugi Acara ko ditutup dangan Closing Statement dari Ketua BAZNAS Kota Jambi yang buat isi ruangan langsung senyap seketiko. Sebuah kalimat pengingat keras untuk siapo bae yang megang harto di Tanah Pilih Pesako Betuah ko: "Harto yang kito makan cumo bakal jadi kotoran. Harto yang kito simpan rapat-rapat bakal jadi warisan yang ujung-ujungnyo pacak jadi rebutan. Tapi, harto yang kito zakatkan, itulah investasi sejati—harto itulah yang bakal belo kito dangan gagah berani di depan Tuhan kelak." Kisah dari Lantai 4 Mahligai 9 ko bukan sekadar cerito makan siang biaso. Ko adalah cermin buat dunio, bahwo kebijakan keuangan yang paling paten adalah kebijakan yang berani bawak "Tangan Tuhan" di dalamnyo.
BERITA13/02/2026 | uspdl
Menyapa Sunyi di Kelurahan Murni: BAZNAS Kota Jambi Antar Senyum untuk Ibu Susi
Menyapa Sunyi di Kelurahan Murni: BAZNAS Kota Jambi Antar Senyum untuk Ibu Susi
JAMBI – Di balik riuh rendahnya suasana Kota Jambi, terselip kisah-kisah perjuangan dalam kesunyian yang butuh kita dengar. Salah satunya datang dari Ibu Susi, seorang lansia yang kini menghabiskan masa tuanya dalam keterbatasan di sebuah rumah kontrakan, RT 18, Kelurahan Murni. Pada Jumat (13/02/2026), BAZNAS Kota Jambi hadir menyambangi kediaman beliau untuk menyalurkan Paket Logistik Keluarga. Kehadiran tim bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan membawa misi kemanusiaan dan titipan amanah dari para muzakki. Kondisi yang Menggugah Kepedulian Ibu Susi adalah sosok janda cerai mati yang kini harus bertahan hidup seorang diri. Faktor usia yang senja telah merenggut kekuatannya untuk berjalan, membuat ruang geraknya terbatas hanya di dalam rumah. Tanpa penghasilan tetap dan kondisi fisik yang kian melemah, pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari menjadi tantangan besar bagi beliau. "Bantuan ini bukan sekadar angka atau barang, melainkan bukti bahwa Ibu Susi tidak sendirian. Ada kepedulian masyarakat Jambi di dalam setiap paket yang kami hantarkan," ujar tim penyalur BAZNAS di lapangan. Detail Penyaluran Bantuan * Penerima Manfaat: Ibu Susi (Lansia/Dhuafa) * Lokasi: RT 18, Kelurahan Murni, Kota Jambi * Jenis Bantuan: Paket Logistik Keluarga (Kebutuhan Pokok) * Tujuan: Meringankan beban biaya hidup dan memastikan ketersediaan pangan bagi mustahik yang mengalami keterbatasan fisik. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi para donatur dan kesehatan bagi Ibu Susi. BAZNAS Kota Jambi berkomitmen untuk terus bergerak, menjangkau yang tak terjangkau, dan menjadi jembatan kebaikan bagi warga yang membutuhkan. Zakat Anda, Harapan Mereka. Laporan ini disusun sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban BAZNAS Kota Jambi kepada masyarakat.
BERITA13/02/2026 | uspdl
Sinergi Hebat BAZNAS dan Pokja Bunda PAUD Kota Jambi: Cetak Generasi Dermawan Melalui Launching Manasik Zakat 2026
Sinergi Hebat BAZNAS dan Pokja Bunda PAUD Kota Jambi: Cetak Generasi Dermawan Melalui Launching Manasik Zakat 2026
JAMBI – Sebuah langkah visioner dalam membangun karakter anak bangsa resmi dimulai. Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Jambi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi sukses meluncurkan program "Manasik Zakat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Se-Kota Jambi" pada Kamis, 12 Februari 2026. Acara yang berlangsung semarak ini dibuka langsung oleh Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, dan dihadiri penuh oleh jajaran Pokja Bunda PAUD Kota Jambi. Kehadiran Pokja Bunda PAUD menjadi kunci keberhasilan program ini sebagai motor penggerak pendidikan karakter di tingkat akar rumput. Turut menyaksikan momentum bersejarah ini, Pimpinan BAZNAS Provinsi Jambi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, serta seluruh jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Jambi. Dalam arahannya, Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, mengapresiasi kolaborasi erat antara BAZNAS dan Pokja Bunda PAUD. "Manasik Zakat ini adalah cara kita mengenalkan rukun Islam ketiga dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak. Bersama Pokja Bunda PAUD, kita pastikan nilai-nilai kepedulian dan kedermawanan tertanam kuat sejak mereka masih di bangku sekolah dasar," tutur beliau. Tidak hanya sekadar seremoni peluncuran, acara ini langsung diisi dengan praktik Manasik Zakat. Anak-anak PAUD nampak antusias mengikuti simulasi tata cara menghitung dan menyerahkan zakat kepada amil, yang dipandu langsung oleh tim BAZNAS dan didampingi anggota Pokja Bunda PAUD. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi menyatakan dukungan penuhnya agar program ini menjadi agenda rutin di seluruh lembaga PAUD se-Kota Jambi. Dengan keterlibatan aktif Pokja Bunda PAUD, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan Jambi yang religius, peduli sesama, dan taat berzakat.
BERITA13/02/2026 | qee
Spirit Jumat di Gedung Mahligai: Bank 9 Jambi Gandeng BAZNAS Perkuat Literasi Zakat Karyawan
Spirit Jumat di Gedung Mahligai: Bank 9 Jambi Gandeng BAZNAS Perkuat Literasi Zakat Karyawan
JAMBI – Mempererat silaturahmi dan sinergi keumatan, jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Jambi menghadiri kegiatan rutin keagamaan yang diselenggarakan oleh Bank 9 Jambi. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Masjid Guru Makki, Lantai 4 Gedung Mahligai Bank 9 Jambi, Jumat pagi (13/2/2026). Kegiatan yang diawali dengan pembacaan Yasin bersama ini dihadiri langsung oleh jajaran Pimpinan dan Direksi Bank 9 Jambi, serta para karyawan di lingkungan kantor pusat Bank 9 Jambi. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhammad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I, hadir memenuhi undangan sebagai narasumber untuk menyampaikan Tausiyah Fikih Zakat. Beliau memaparkan urgensi zakat bagi para profesional dan bagaimana pengelolaan zakat yang tepat dapat membersihkan harta serta mendatangkan keberkahan dalam bekerja. "Kami sangat mengapresiasi inisiatif Bank 9 Jambi yang rutin menggelar kegiatan spiritual seperti ini. Melalui tausiyah fikih zakat, kita ingin mengedukasi bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tapi juga solusi untuk membantu sesama warga Kota Jambi agar lebih berdaya melalui pengelolaan yang profesional di BAZNAS," ujar Dr. Muhammad Padli. Kehadiran jajaran Direksi Bank 9 Jambi dalam acara ini menunjukkan komitmen kuat lembaga perbankan daerah tersebut dalam mendukung literasi zakat di lingkungan internal mereka. BAZNAS Kota Jambi berharap kolaborasi ini terus berlanjut, mengingat Bank 9 Jambi merupakan mitra strategis dalam menghimpun dan menyalurkan kemanfaatan bagi umat di Tanah Pilih Pesako Betuah.
BERITA13/02/2026 | qee
Menanam DNA Berbagi: Jambi Memulai Revolusi Empati Lewat manasik "Zakat Bahagia"
Menanam DNA Berbagi: Jambi Memulai Revolusi Empati Lewat manasik "Zakat Bahagia"
JAMBI, INDONESIA – Di tengah dunia yang semakin kompetitif dan individualistis, sebuah gerakan dari akar rumput di Kota Jambi, Indonesia, menarik perhatian sebagai model pendidikan karakter global. Bukan tentang mengejar angka akademik, melainkan tentang menanamkan "DNA Berbagi" sejak usia emas. Pada Kamis (12/2), Lapangan Dinas Pendidikan Kota Jambi berubah menjadi lautan tawa dan energi positif. BAZNAS Kota Jambi bersama Pemerintah Kota meluncurkan Manasik Zakat Anak Usia Dini, sebuah inisiatif yang memposisikan kedermawanan bukan sebagai beban kewajiban, melainkan sebagai sebuah perayaan. Zakat Sebagai Gaya Hidup, Bukan Sekadar Angka Ketua BAZNAS Kota Jambi, yang hadir didampingi seluruh jajaran pimpinan, menyampaikan visi yang mendalam di hadapan Pimpinan BAZNAS RI dan Ibu Walikota Jambi. Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya memanusiakan manusia sejak dini. "Membangun kota bukan hanya soal gedung yang menjulang, tapi soal hati yang lapang," tegas Ketua BAZNAS Kota Jambi. "Kita mengajari anak-anak bahwa harta ibarat air; jika diam ia keruh, namun jika dialirkan melalui zakat, ia akan memberi kehidupan bagi sekitarnya." Filosofi "Zakat Bahagia" menjadi ruh dalam kegiatan ini. Sebanyak 110 anak PAUD perwakilan dari 11 kecamatan diajak mensimulasikan praktik zakat dengan cara yang menyenangkan, membuktikan bahwa pendidikan finansial sosial bisa dilakukan dengan tawa. Restu dari Ibu Kota Jambi Acara ini diresmikan langsung oleh Ibu Walikota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadyah Maulana, Sp.OG. Sebagai sosok ibu sekaligus praktisi medis, beliau melihat program ini sebagai "nutrisi jiwa" yang krusial bagi tumbuh kembang anak. Kehadiran beliau bersama Bunda PAUD se-Kota Jambi mempertegas komitmen pemerintah dalam menciptakan generasi masa depan yang cerdas secara intelektual namun kaya secara empati. Poin Utama dari Gerakan Jambi: * Pendidikan Berbasis Karakter: Menanamkan kesadaran sosial sebelum anak-anak mengenal kompleksitas dunia dewasa. * Sinergi Akar Rumput: Kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Kota, dan lembaga pendidikan PAUD. * Inspirasi Nasional: BAZNAS Kota Jambi menitipkan pesan kepada BAZNAS RI agar model "Pendidikan Zakat Usia Emas" ini dapat menjadi standar edukasi nasional. Membangun Masa Depan yang Lebih Lembut Kegiatan yang ditutup dengan pantun jenaka dan keceriaan anak-anak ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa solusi atas kemiskinan di masa depan tidak hanya terletak pada kebijakan ekonomi, tetapi pada bagaimana kita mendidik hati anak-anak hari ini. Kota Jambi telah membuktikan bahwa zakat, jika diperkenalkan dengan cinta, akan menjadi identitas bangsa yang peduli dan saling menguatkan.
BERITA13/02/2026 | uspdl
MELAMPAUI JERUJI: Ketua Baznas Kota Jambi dan Ketua Lapas Jambi Rancang Arsitektur Sosial Baru
MELAMPAUI JERUJI: Ketua Baznas Kota Jambi dan Ketua Lapas Jambi Rancang Arsitektur Sosial Baru
MELAMPAUI JERUJI: Ketua Baznas Kota Jambi dan Ketua Lapas Jambi Rancang Arsitektur Sosial Baru JAMBI – Di jantung Kota Jambi, tepat di mana nadi pemasyarakatan berdenyut, sebuah dialog strategis yang melampaui batasan institusi baru saja ditorehkan. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Jambi, Bapak Syahroni, melakukan kunjungan resmi ke BAZNAS Kota Jambi untuk menemui Dr. Muhamad Padli Abdullah, sang nakhoda BAZNAS yang dikenal dengan pendekatan strategisnya. Pertemuan yang berlangsung selama satu jam ini bukanlah sekadar kunjungan seremonial biasa. Ia adalah sebuah "Strategic Power Hour" yang berhasil menyatukan dua entitas berbeda dalam satu frekuensi: Restorasi Harkat dan Martabat Manusia. Sinergi Intelektual: Membedah Irisan Kemanusiaan Dalam diskusi yang hangat namun bernas tersebut, Dr. Muhamad Padli Abdullah menekankan bahwa peran BAZNAS di bawah kepemimpinannya melampaui sekadar penyaluran bantuan. Beliau melihat Lapas Kelas I Jambi bukan sebagai wilayah terisolasi, melainkan ekosistem potensial untuk menjalankan misi kemanusiaan yang sistemik. "Zakat dan pemasyarakatan memiliki tujuan akhir yang sama: Kemandirian. Lapas memperbaiki karakter jiwa, dan BAZNAS memperkuat pilar ekonomi. Ketika keduanya bertemu, kita sedang membangun fondasi masa depan bagi mereka yang sedang berupaya kembali ke masyarakat," ujar Dr. Muhamad Padli Abdullah. Poin Strategis Perjanjian Kerja Sama (PKS) Diskusi mendalam ini langsung membuahkan kesepakatan untuk segera meresmikan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup tiga pilar transformasi: Transformasi Ekonomi (Mustahik ke Muzakki): BAZNAS akan mengintervensi program UMKM dan pelatihan bagi keluarga warga binaan serta mereka yang telah selesai masa pembinaannya. Tujuannya adalah memastikan mereka memiliki daya saing ekonomi agar tidak kembali ke lubang kemiskinan yang memicu kriminalitas. Ekosistem Muzakki Internal: Optimalisasi tata kelola ZIS bagi aparatur di lingkungan Lapas Kelas I Jambi sebagai bagian dari penguatan spiritualitas dan profesionalisme kerja. Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net): Kehadiran BAZNAS sebagai jembatan bagi aspek sosiologis warga binaan yang sering kali tidak terjangkau oleh anggaran negara, memastikan "Hak untuk Hidup Layak" tetap terjaga. Visi "Jambi Kota Bahagia" Tanpa Sekat Bapak Syahroni mengapresiasi visi terbuka yang ditawarkan oleh BAZNAS. Ia mengakui bahwa sinkronisasi data terkait mustahik dan muzakki di lingkungan Lapas akan menjadi preseden baru dalam tata kelola sosial di Jambi. Menutup pertemuan tersebut, Dr. Muhamad Padli Abdullah menegaskan komitmennya: "Kita ingin memastikan tidak ada satu pun warga Jambi—termasuk mereka yang berada di balik jeruji—merasa 'yatim' atau diabaikan oleh kotanya sendiri. Melalui PKS ini, kita proklamasikan bahwa Jambi Kota Bahagia adalah milik semua golongan." Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi model nasional tentang bagaimana instansi vertikal dan lembaga filantropi Islam dapat bersinergi secara destruktif terhadap angka kemiskinan dan keterpurukan sosial.
BERITA11/02/2026 | updli
Jambi Menjemput Gerbang Ilmu Dunia: Spirit Al-Azhar Bergema, BAZNAS Kota Jambi Turut Mengawal Mimpi
Jambi Menjemput Gerbang Ilmu Dunia: Spirit Al-Azhar Bergema, BAZNAS Kota Jambi Turut Mengawal Mimpi
KUMPEH ULU, JAMBI – Dalam sebuah momentum historis yang mengukir harapan dan membuka cakrawala pendidikan global, Kecamatan Kumpeh Ulu, Jambi, pada tanggal 11 Februari 2026, menjadi saksi bisu dari pelaksanaan Ujian Tahdid Mustawa menuju Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir tahun 2026. Acara prestisius ini, hasil kolaborasi Kalam Literasi Indonesia, Pondok Pesantren Kumpeh Daaru At-Tauhid, dan Pusat Pengembangan Al-Azhar Kairo, bukan sekadar ujian, melainkan jembatan emas bagi generasi muda Jambi menuju pusat peradaban ilmu Islam dunia. Di tengah deru semangat para calon intelektual muda, tampak hadir sosok-sosok penting yang menegaskan komitmen daerah terhadap pendidikan. Dari jajaran legislatif hingga eksekutif, mulai dari anggota DPR RI H. Bakri dan Drs. H. Hasan Basri Agus, MM hingga Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, semuanya bersatu padu mengawal impian. Namun, yang tak kalah krusial adalah kehadiran dan dukungan penuh dari Ketua BAZNAS Kota Jambi. BAZNAS: Bukan Hanya Zakat, Tapi Juga Fondasi Peradaban Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Jambi dalam forum sepenting ini menggarisbawahi peran vital lembaga zakat yang melampaui sekadar pengumpulan dan penyaluran dana. "BAZNAS hadir di sini bukan hanya sebagai lembaga amil, melainkan sebagai penopang peradaban. Kami mendukung penuh setiap langkah anak bangsa yang ingin menimba ilmu setinggi-tingginya, apalagi di Universitas sekelas Al-Azhar," tegas beliau dengan sorot mata penuh optimisme. Dukungan BAZNAS, secara implisit maupun eksplisit, mengirimkan pesan kuat: bahwa dana zakat umat memiliki potensi transformatif yang luar biasa. Ia dapat menjadi lokomotif penggerak pendidikan, membuka akses bagi mustahik berprestasi, dan membangun generasi emas yang kelak akan membawa Jambi, bahkan Indonesia, ke panca dunia. Ini adalah investasi jangka panjang pada sumber daya manusia, yang selaras dengan visi Islam untuk mencerdaskan kehidupan umat. Al-Azhar: Mercusuar Ilmu yang Terus Bersinar Ujian Tahdid Mustawa ini adalah langkah awal yang menentukan. Para peserta tidak hanya diuji kemampuan bahasa Arabnya, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual mereka untuk menghadapi tantangan di negeri seribu menara. Setiap jawaban yang mereka torehkan adalah refleksi dari harapan keluarga, guru, dan daerah yang ingin melihat mereka menjadi duta-duta ilmu pengetahuan. "Al-Azhar adalah mercusuar yang tak pernah padam. Cahayanya telah menerangi dunia selama lebih dari seribu tahun. Kami berharap, dari Jambi ini, akan lahir ulama dan cendekiawan yang meneruskan tradisi keilmuan Al-Azhar, membawa kemaslahatan bagi umat," tambah seorang perwakilan ulama yang hadir. Masa Depan Terukir dari Jambi Peristiwa di Kumpeh Ulu ini bukan sekadar berita lokal, ini adalah bagian dari narasi besar Indonesia dalam menyiapkan generasi penerus yang berdaya saing global, berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kuat. Kehadiran dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kota Jambi, menjadi energi pendorong yang tak ternilai, memastikan bahwa mimpi besar untuk menuntut ilmu hingga ke Kairo bukanlah sekadar angan, melainkan kenyataan yang bisa diraih. Dari Jambi, sebuah babak baru pendidikan global telah dimulai.
BERITA11/02/2026 | uspdl
ORCHESTRATING HOPE: Gauging the Institutional Synergy and Welfare Architecture of BAZNAS Jambi
ORCHESTRATING HOPE: Gauging the Institutional Synergy and Welfare Architecture of BAZNAS Jambi
ORCHESTRATING HOPE: Gauging the Institutional Synergy and Welfare Architecture of BAZNAS Jambi By: M. Amin, SKM, M.Kes Gauging the operational synergy of the National Zakat Board (BAZNAS) in Jambi Province transcends mere statistical observation of distribution figures. It is an analytical deep-dive into the institutional cohesion of an entity that stands as a bridge between spiritual devotion and human dignity. As the strategic "conductor" of zakat management at the provincial level, BAZNAS Jambi plays a pivotal role in ensuring that every unit of zakat capital is transformed into a force for systemic, structural change. In our philosophy, synergy is more than mere cooperation; it is a collective symphony. It is an alignment where the government, the private sector, and the community oscillate on a singular frequency toward a noble summit: the total eradication of the roots of poverty. The following is a strategic blueprint of the synergy currently being forged by BAZNAS Jambi: 1. G2G Integration: Harmonizing Visions and Dismantling "Mental Blocks" Synergy with the local government is our foundational pillar. BAZNAS Jambi does not operate in a vacuum; we calibrate our movements to align with the "Jambi Mantap" vision and the aspirations of municipal administrations. Our objective is clear: to build a harmony rooted in Integrated Intelligence—a synthesis of IQ (Intellectual), EQ (Emotional), SQ (Spiritual), and AQ (Adversity Quotient). Through this lens, we dismantle the "mental blocks" that often hinder zakat administrators. We no longer view diversity as a fracture, but as a vibrant spectrum—much like a rainbow—unified by a singular focus: wiping away the tears of the Mustahik (beneficiaries). Data Precision: This synergy is manifested in our reliance on P3KE data (Targeting the Acceleration of Extreme Poverty Elimination). This data integration ensures our aid acts as a "precision-guided instrument," eliminating overlaps and ensuring zero-gap distribution. Regulatory Acceleration: The Governor’s Instruction on Zakat stands as a testament to our regulatory commitment. We are currently spearheading a more holistic Zakat Regional Regulation (PerGub ZIS) to serve as a robust legal canopy for the Islamic philanthropy ecosystem in the land of Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. 2. The Zakat Core: From Consumption to Productive Transformation The true metric of synergy lies in our ability to pivot the public mindset from "the hand below" to "the hand above." Through five strategic pillars, BAZNAS Jambi is designing an architecture of welfare: Jambi Smart: Breaking the cycle of poverty by investing in the "intellectual capital" of our local universities (UNJA and UIN STS Jambi). Jambi Healthy: Ensuring that quality healthcare ceases to be a luxury for the marginalized. Jambi Prosperous: The heart of our economic synergy, where we foster micro-economic sovereignty through MSME empowerment and the Z-Mart initiative. Jambi Caring & Pious: Acting as the rapid-response unit during crises while safeguarding the spiritual heartbeat of the community. 3. Horizontal Coordination: Eliminating Welfare "Blank Spots" As the provincial coordinator for municipal BAZNAS branches and private zakat institutions (LAZ), BAZNAS Jambi functions as a Unified Command Center. By synchronizing financial reporting and regional coordination meetings (Rakorda), we ensure that no remote area in Jambi is left in a "blank spot." We move as a collective phalanx to suppress macro-poverty rates through massive, integrated action. 4. Navigating the Horizon of Challenges To measure synergy is to confront reality with courage. We continue to navigate hurdles in "Zakat Literacy," particularly among corporate sectors that still favor fragmented, direct distribution. Furthermore, the imperative of digitalization looms; we must bridge the gap for Jambi’s millennials, making the act of giving as seamless as a digital transaction. Conclusion: The Vision of "Upward Mobility" BAZNAS Jambi is currently in a phase of "Institutional Fortification." While our harmony with the government is exemplary, our future horizon involves expanding collaborations with the private sector (CSR) to catalyze a more disruptive impact on poverty. "Successful synergy is not found in the pride of distributing cash; it is found in the successful restoration of human dignity." Through the unified movement of BAZNAS across the province, we aim to significantly increase the percentage of Mustahik who achieve "Upward Mobility." Our goal is that those who receive today shall be the ones who give tomorrow. In Solidarity. In Resilience. In Sincere Service to the Ummah. Key Linguistic Features of this Version: Strategic Vocabulary: Used terms like Socio-Economic Architecture, Systemic Change, and Unified Command Center to appeal to a global professional audience. Sophisticated Metaphors: Retained your "Symphony" and "Rainbow" metaphors but framed them within an organizational leadership context. Policy Focus: Highlighted the data-driven (P3KE) and regulatory aspects to showcase BAZNAS as a modern, transparent, and scientific institution. Would you like me to create a "One-Page Strategic Brief" based on this English version for potential international partners or donors?
BERITA11/02/2026 | By: M. Amin, SKM, M.Kes
ORCHESTRATING HOPE (Arsitektur Kesejahteraan): Menakar Sinergitas dan Arsitektur Kesejahteraan BAZNAS Provinsi Jambi
ORCHESTRATING HOPE (Arsitektur Kesejahteraan): Menakar Sinergitas dan Arsitektur Kesejahteraan BAZNAS Provinsi Jambi
ORCHESTRATING HOPE: Menakar Sinergitas dan Arsitektur Kesejahteraan BAZNAS Provinsi Jambi Oleh: M. Amin, SKM, M.Kes Menakar sinergitas kerja BAZNAS Provinsi Jambi bukanlah sekadar menghitung angka-angka distribusi. Ia adalah sebuah upaya membedah kohesi dan soliditas institusi yang berdiri sebagai jembatan antara ketaqwaan hamba dan martabat sesama. Sebagai dirigen pengelola zakat di tingkat provinsi, BAZNAS memegang peran strategis: memastikan bahwa setiap keping rupiah zakat bertransformasi menjadi energi perubahan yang sistemik. Sinergitas, dalam filosofi kami, melampaui makna kerja sama. Ia adalah sebuah simfoni kolektif—di mana pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat bergerak dalam satu frekuensi yang sama untuk satu tujuan agung: penghapusan air mata kemiskinan. Berikut adalah potret penakaran strategis atas sinergitas BAZNAS Provinsi Jambi: 1. Integrasi G2G: Menyelaraskan Visi, Mengikis "Mental Block" Sinergi dengan Pemerintah Daerah adalah pilar fundamental. BAZNAS Provinsi Jambi tidak bergerak di ruang hampa; kami menyelaraskan langkah dengan visi "Jambi Mantap" serta aspirasi Pemerintah Kabupaten/Kota. Tujuan kami jelas: membangun harmoni yang dilandaskan pada kecerdasan paripurna—perpaduan antara IQ (Intelektual), EQ (Emosional), SQ (Spiritual), dan AQ (Adversity Quotient). Dengan kecerdasan ini, segala bentuk mental block di kalangan para Amil-Amilat dikikis habis. Kami tidak lagi melihat perbedaan sebagai pemisah, melainkan sebagai perpaduan warna pelangi yang indah, yang fokus utamanya adalah menghapus air mata para Mustahik. Presisi Data: Efektivitas sinergi ini termanifestasi dalam penggunaan data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem). Integrasi data ini memastikan bantuan kita menjadi "peluru kendali" yang akurat, tepat sasaran, dan anti-tumpang tindih. Akselerasi Regulasi: Instruksi Gubernur tentang Zakat adalah bukti nyata komitmen regulatif. Saat ini, kami tengah mengawal lahirnya PerGub ZIS yang lebih holistik, yang akan menjadi payung hukum kokoh bagi ekosistem filantropi Islam di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. 2. Zakat Core: Transformasi Konsumtif Menuju Produktif Sinergitas yang hakiki diukur dari keberhasilan kita mengubah pola pikir dari sekadar tangan di bawah menjadi tangan di atas. Melalui lima pilar utama, BAZNAS Jambi merancang arsitektur kesejahteraan: Jambi Cerdas: Memutus rantai kemiskinan melalui investasi otak di universitas-universitas kebanggaan lokal (UNJA & UIN STS Jambi). Jambi Sehat: Memastikan akses kesehatan bukan lagi kemewahan bagi dhuafa. Jambi Sejahtera: Ini adalah episentrum sinergi ekonomi. Melalui pemberdayaan UMKM dan program Z-Mart, kami membangun kemandirian dari akar rumput. Jambi Peduli & Jambi Taqwa: Menjadi respons tercepat saat bencana melanda dan pengawal spiritualitas umat. 3. Sinergitas Horisontal: Menghapus "Blank Spot" Kemiskinan Sebagai koordinator bagi BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ swasta, BAZNAS Provinsi Jambi berperan sebagai pusat komando. Melalui konsolidasi laporan yang sinkron dan Rakorda yang terukur, kami memastikan tidak ada satu pun wilayah terpencil di Jambi yang luput dari sentuhan kasih zakat. Kami bekerja kolektif agar angka kemiskinan makro dapat ditekan dengan gerakan yang massif dan terpadu. 4. Menghadapi Cakrawala Tantangan Menakar sinergi berarti berani menatap realita. Kami masih berhadapan dengan rendahnya literasi zakat di sebagian kalangan pengusaha yang masih menyalurkan zakat secara parsial. Tantangan digitalisasi juga menanti; kami harus menjembatani generasi milenial Jambi agar berzakat semudah mereka menggerakkan jempol di layar ponsel. Kesimpulan: Visi "Naik Kelas" Saat ini, BAZNAS Provinsi Jambi berada pada fase "Penguatan Institusional". Hubungan dengan pemerintah telah mencapai titik harmoni yang luar biasa. Namun, tantangan masa depan adalah memperluas kolaborasi dengan sektor swasta (CSR) untuk menciptakan dampak yang lebih destruktif terhadap kemiskinan. "Sinergi yang berhasil bukanlah saat kita bangga karena memberi bantuan tunai, melainkan saat kita mampu memulihkan martabat seorang manusia." Kita berharap, melalui Gerak Padu BAZNAS se-Provinsi Jambi, persentase Mustahik yang "NAIK KELAS" meningkat secara signifikan. Dari mereka yang hari ini menerima, esok menjadi mereka yang memberi. Salam Kompak. Salam Tangguh. Salam Ikhlas sebagai Pelayan Ummat.
BERITA11/02/2026 | Oleh: M. Amin, SKM, M. Kes
Mahakarya Ad-Duha di Altar Media: Manifesto Baru BAZNAS Kota Jambi dan Jambi TV
Mahakarya Ad-Duha di Altar Media: Manifesto Baru BAZNAS Kota Jambi dan Jambi TV
JAMBI — Sejarah tidak selalu ditulis di atas meja perundingan yang kaku; terkadang, ia dipahat di bawah pendar lampu studio dan getaran spiritual yang transenden. Pada Jumat siang, 6 Februari 2026, tepat pukul 13.00 WIB, sebuah babak baru kemanusiaan dimulai ketika Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli, C.PB, C.PS, bersama Wakil Ketua I, Bapak Fakhruddin, SE, melangkah memasuki "sanctuary" kreativitas visual Jambi: Studio Jambi TV. Pertemuan ini bukanlah sekadar kunjungan institusional. Ini adalah sebuah simfoni. Di sana, para arsitek informasi telah menanti: David Mursal (General Manager), Ade Putra Wijaya (Pimpinan Perusahaan), Bakhtiar (Pemimpin Redaksi), Riska Apriyani (Manager Marketing), Aulia Zahra (Manager Program), Nofrianto Ade Saputra (Event Organizer), dan Hasanudin (Divisi Media Sosial). Di bawah kerlap-kerlip lampu blitz yang dramatis dan sorotan lensa kamera yang tajam, suasana mencair dalam sebuah keintiman yang intelektual—sebuah pertemuan tanpa jeda antara otoritas moral dan kekuatan media. Provokasi Spiritual: Gema Ad-Duha Diskusi dibuka dengan tausiah yang berfungsi sebagai kompas moral. Namun, atmosfer ruangan mendadak berubah ketika untaian penutup Surah Ad-Duha dikumandangkan: "Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan." Ayat ini bekerja layaknya petir teologis yang membelah keheningan, menyulut kesadaran kolektif mereka yang hadir. Di titik inilah visi Eropa tentang "pencerahan publik" bertemu dengan nilai samawi. Pesan itu jelas: kebajikan bukanlah rahasia yang harus disembunyikan dalam sunyi, melainkan energi yang harus disiarkan, digelorakan, dan disebarluaskan ke setiap sudut cakrawala. Gelombang frekuensi antara BAZNAS dan Jambi TV menyatu dalam satu resonansi: Kebaikan harus memiliki corong yang nyaring. Manifesto Operasional: Melampaui Retorika Ruangan itu saksi dari sebuah dialog intelektual yang hidup. Pertanyaan-pertanyaan tajam dari jajaran manajerial Jambi TV bukan sekadar rasa ingin tahu, melainkan bentuk validasi atas semangat kedermawanan yang kini mulai mengakar di nadi ruang redaksi. Hasilnya adalah sebuah deklarasi progresif: UPZ Jambi TV segera mengudara. Ini bukan sekadar urusan administratif pembentukan unit pengumpul zakat. Ini adalah sebuah transformasi peran; bahwa Jambi TV kini memosisikan diri bukan hanya sebagai narator berita, melainkan sebagai aktor utama, sebuah pilar penyokong ekonomi umat, dan jembatan bagi keadilan sosial di Kota Jambi. Epilog: Fajar yang Tak Lagi Sembunyi Pukul 14.30 WIB, pertemuan itu berakhir, namun energi yang ditinggalkan tetap bergetar di udara. Pertemuan Dr. Padli dan tim Jambi TV telah membuktikan sebuah tesis penting: ketika iman menjadi landasan dan media menjadi kanal, zakat berubah dari sekadar kewajiban ritual menjadi sebuah lifestyle—napas baru dalam perjuangan sosial. Dari studio ini, sebuah pesan dilepas ke angkasa: Cahaya kebaikan tidak lagi mencari jalan, ia sedang menciptakan jalannya sendiri untuk menyinari Jambi dengan lebih terang.
BERITA09/02/2026 | uspdl
Membedah Fikih Pertanian di Era Digital: Dr. Muhamad Padli Abdullah Bimbing Maha Santri Menggali Turats Lewat Teknologi
Membedah Fikih Pertanian di Era Digital: Dr. Muhamad Padli Abdullah Bimbing Maha Santri Menggali Turats Lewat Teknologi
JAMBI – Di tengah pesatnya arus modernisasi, gema literatur klasik Islam (Turats) tidak boleh pudar. Hal inilah yang ditegaskan oleh Dr. Muhamad Padli Bin Abdullah, C.PB, C.PS., saat memberikan bimbingan intensif bagi Maha Santri Ma'had Aly Syekh Ibrahim Al Jambi yang sedang menempuh tugas akhir risalah ilmiah mereka hari ini. ?Kajian yang diangkat bukan sekadar teori, melainkan persoalan krusial yang menyentuh akar ekonomi umat: Zakat Pertanian dan Problematika Sewa Tanah. Dalam bimbingan tersebut, para Maha Santri diajak menyelami kedalaman samudera pemikiran dua mazhab besar, Syafi'i dan Hanafi, guna menemukan solusi hukum yang relevan bagi petani di era kontemporer. ?Kolaborasi Turats dan IT: Menembus Batas Zaman ?Ada yang istimewa dalam proses bimbingan kali ini. Dr. Muhamad Padli mengarahkan para santri untuk tidak hanya mahir membaca kitab gundul, tetapi juga lincah menggunakan instrumen teknologi informasi. ?"Kita tidak sedang meninggalkan masa lalu, tapi kita membawa mutiara dari masa lalu ke masa depan dengan kendaraan teknologi," ujar beliau di sela-sela diskusi. Penggunaan digital library dan perangkat analisis data menjadi alat bantu utama para santri dalam membedah ibarat-ibarat klasik dari kitab-kitab otoritatif. ?Zakat Pertanian: Siapa yang Bertanggung Jawab? ?Diskusi memanas saat membahas perbedaan tajam antara Mazhab Syafi'i dan Hanafi mengenai siapa yang wajib mengeluarkan zakat pada lahan sewa: apakah pemilik tanah atau penyewa lahan? ?Bagi Dr. Muhamad Padli, yang juga merupakan Ketua BAZNAS Kota Jambi, kajian ini memiliki urgensi nyata. Hasil dari risalah ini diharapkan mampu menjadi sandaran bagi lembaga zakat dalam mengedukasi masyarakat petani, khususnya di wilayah Jambi, agar praktik zakat mereka benar-benar sesuai syariat namun tetap adil secara ekonomi. ?Mencetak Ulama Masa Depan ?Melalui bimbingan ini, Ma'had Aly Syekh Ibrahim Al Jambi ingin membuktikan bahwa santri masa kini adalah sosok yang "Melek Kitab, Melek IT". Tugas akhir risalah ini bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan kontribusi nyata santri untuk peradaban Islam dan kesejahteraan umat melalui instrumen zakat.
BERITA08/02/2026 | uspdl
REVOLUSI EPISTEMOLOGI DARI SERAMBI JAMBI: SAAT TURATS BERSENTUHAN DENGAN TEKNOLOGI
REVOLUSI EPISTEMOLOGI DARI SERAMBI JAMBI: SAAT TURATS BERSENTUHAN DENGAN TEKNOLOGI
JAMBI, INDONESIA — Di balik dinding-dinding Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi, Kompleks Ponpes As’ad, aroma kopi Jambi yang kuat tidak hanya membangkitkan panca indera, tetapi juga menandai sebuah diskursus intelektual yang melampaui zaman. Pada Sabtu, 7 Februari 2026, suasana kelas berubah menjadi sebuah laboratorium pemikiran kelas dunia yang memadukan kedalaman tradisi Islam dengan presisi akademik modern. ?Duduk di tengah lingkaran para intelektual muda, Dr. Muhamad Padli, Ketua BAZNAS Kota Jambi sekaligus pengampu kebijakan akademik di Ma’had Aly tersebut, memandu sebuah kajian ilmiah yang ambisius: "Dinamika Fiqh wa Ushuluhu: Dialektika Perbandingan Mazhab dalam Pusaran Zaman." ?Simfoni Klasik dan Modernitas ?Ruang kelas ber-AC yang sejuk menjadi saksi sebuah kontradiksi yang indah. Di atas meja masing-masing mahasantri, kitab-kitab kuning (turats) yang telah berusia berabad-abad terbuka berdampingan dengan laptop generasi terbaru. Fasilitas internet berkecepatan tinggi yang tersedia bukan sekadar pelengkap, melainkan jembatan digital yang menghubungkan teks-teks klasik dengan data riset kontemporer secara real-time. ?"Kita tidak sedang memindahkan abu dari masa lalu, melainkan menjaga apinya agar tetap menyala," ujar Dr. Padli di sela-sela paparannya. Dengan gaya bahasa yang tenang namun provokatif, beliau membedah bagaimana perbedaan pandangan ulama mazhab bukan sekadar warisan sejarah, melainkan metodologi berpikir yang harus dikontekstualisasikan untuk menjawab problematika umat hari ini. ?Kedalaman yang Menyejukkan ?Diskusi mengalir santai namun penuh bobot. Sambil menyeruput kopi Jambi yang menjadi simbol kearifan lokal, para mahasantri tampak antusias melakukan komparasi literatur. Tak jarang, suasana hangat tersebut melahirkan perdebatan intelektual yang sehat saat membahas Ushul Fiqh sebagai fondasi hukum Islam yang fleksibel namun tetap kokoh pada prinsip. ?Bagi mereka, kehadiran Dr. Padli yang membawa perspektif praktisi (selaku Ketua BAZNAS) memberikan warna berbeda. Teori-teori rumit dalam kitab Ushul tidak lagi menjadi abstrak, melainkan menjadi solusi nyata bagi manajemen zakat dan filantropi modern di Kota Jambi. ?Menuju Kiblat Literasi Baru ?Kegiatan hari ini bukan sekadar rutinitas belajar-mengajar. Ini adalah pernyataan bahwa dari Kota Jambi, dari sebuah pondok pesantren bersejarah, sedang lahir generasi "Mutafaqqih Fiddin" yang memiliki akar kuat pada tradisi namun memiliki sayap yang lebar di dunia digital. ?Saat matahari sore mulai meredup di tanah Melayu, kelas berakhir dengan satu keyakinan kolektif: Bahwa di tangan para mahasantri ini, kejayaan intelektual Islam bukan lagi sekadar memori masa lalu, melainkan realitas yang sedang dibangun kembali—bit demi bit, halaman demi halaman. ?Penulis: DEMA MASIA Koresponden Literasi Digital Lokasi: Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al-Jambi, Seberang Kota Jambi.
BERITA07/02/2026 | uspdl
Diplomasi Lontong Tunjang: Jambi Guncang Dunia lewat Sinergi Zakat dan Proteksi Sosial
Diplomasi Lontong Tunjang: Jambi Guncang Dunia lewat Sinergi Zakat dan Proteksi Sosial
KOTA JAMBI, INDONESIA — Di tengah hiruk-pikuk transformasi ekonomi global, sebuah langkah revolusioner muncul dari jantung Kota Jambi. Pada Jumat pagi, 6 Februari 2026, sebuah pertemuan strategis yang memadukan nilai spiritual dan visi modern berlangsung di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jambi. Pertemuan ini bukan sekadar seremonial. Dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Jambi bersama Wakil Ketua I, Bapak Fakhruddin, SE, delegasi ini disambut hangat oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jambi, Bapak Hendra Alvian. Diskusi ini menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan jaring pengaman sosial berbasis filantropi Islam di Indonesia. Simbolisme di Balik Hidangan Lokal Dimulai tepat pukul 09.00 WIB, suasana formal seketika mencair dengan hadirnya hidangan Lontong Tunjang khas Jambi. Dalam dunia diplomasi tingkat tinggi, meja makan seringkali menjadi tempat lahirnya keputusan besar. Kehangatan hidangan tersebut menyimbolkan "lezatnya" berkah kolaborasi yang akan segera dirasakan oleh masyarakat akar rumput dan para pejuang agama. Melindungi "Para Penjaga Langit" Fokus utama sinergi ini adalah mengonversi dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) masyarakat Jambi menjadi perisai pelindung bagi mereka yang selama ini bekerja di garis depan keagamaan namun sering terlupakan oleh sistem asuransi formal. Para Imam Masjid, Muazin, Marbot, hingga fakir miskin kini tidak lagi berjalan sendiri. Melalui kerja sama ini, mereka mendapatkan akses terhadap: * Kepastian Medis: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan biaya pengobatan tanpa batas sesuai kebutuhan medis. * Martabat Keluarga: Jaminan Kematian (JKM) yang memberikan santunan tunai bagi ahli waris untuk menjaga keberlangsungan hidup. * Investasi Masa Depan: Skema beasiswa pendidikan bagi anak-anak pengurus masjid untuk memutus rantai kemiskinan. Revolusi Filantropi: Dari Konsumtif ke Protektif Model yang diterapkan di Jambi ini membuktikan bahwa Ekonomi Syariah mampu berintegrasi secara harmonis dengan sistem jaminan sosial nasional. Ini adalah perubahan paradigma dari sekadar memberi bantuan tunai yang sekali habis, menjadi perlindungan risiko yang berkelanjutan. "Zakat bukan lagi sekadar bantuan untuk makan hari ini, melainkan instrumen strategis untuk menjamin martabat dan ketenangan jiwa di hari esok," tegas pimpinan BAZNAS dalam pertemuan tersebut. Kesimpulan: Oase di Awal 2026 Langkah BAZNAS Kota Jambi dan BPJS Ketenagakerjaan ini menyisir celah kemiskinan yang sering kali tidak terjangkau oleh anggaran negara secara langsung. Jambi kini mengirimkan pesan kuat ke seluruh dunia: bahwa profesionalisme yang dibalut dengan empati dan kearifan lokal mampu menciptakan keadilan sosial yang nyata bagi seluruh umat.
BERITA06/02/2026 | uspdl
Melegalkan Kebaikan, Mendigitalisasi Berkah: BAZNAS Kota Jambi Guncang Ekosistem Filantropi Masjid Melalui Aplikasi 'Menara Masjid'
Melegalkan Kebaikan, Mendigitalisasi Berkah: BAZNAS Kota Jambi Guncang Ekosistem Filantropi Masjid Melalui Aplikasi 'Menara Masjid'
KOTA ?JAMBI, 5 Februari 2026 – Sebuah revolusi pengelolaan dana umat baru saja dimulai dari jantung Kota Jambi. BAZNAS Kota Jambi, di bawah komando Dr. Muhamad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I., hari ini resmi menggelar Pelatihan dan Pembekalan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid se-Kota Jambi yang diikuti oleh ratusan pengurus secara daring melalui platform Google Meet. ?Acara yang berlangsung maraton sejak pukul 13.00 hingga 16.30 WIB ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah langkah raksasa menuju Legalisasi dan Modernisasi dana umat yang selama ini terpendam di akar rumput. ?Sinergi Sang Visioner dan Penemu Aplikasi 'Menara Masjid' ?Dunia filantropi Islam hari ini menyoroti kolaborasi epik antara Ketua BAZNAS Kota Jambi dengan Penemu Aplikasi Menara Masjid. Sinergi ini menghadirkan solusi konkret atas tantangan transparansi yang selama ini dihadapi masjid-masjid konvensional. ?Melalui aplikasi ini, setiap rupiah yang dihimpun oleh masjid kini bukan lagi sekadar catatan di buku saku, melainkan aset bangsa yang tercatat secara resmi oleh negara. Inilah bentuk nyata dari kedaulatan ekonomi umat yang transparan dan akuntabel. ?Masjid Sebagai Episentrum Kebangkitan Ekonomi ?Dalam pemaparannya yang menggetarkan semangat, Dr. Padli menegaskan bahwa UPZ adalah perpanjangan tangan negara yang memiliki legalitas hukum kuat. ?"Masjid jangan lagi hanya menjadi tempat ibadah ritual, tapi harus bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi (Lumbung Pangan Umat). Dengan legalitas UPZ dari BAZNAS, pengurus masjid kini memiliki payung hukum yang sah dalam menghimpun dana, sementara aplikasi Menara Masjid memastikan setiap tetes keringat muzakki terdokumentasi secara digital dan presisi," tegas Dr. Padli. ?Masa Depan Berada di Tangan UPZ yang Melek Digital ?Pelatihan ini menandai era baru di mana masjid-masjid di Kota Jambi tidak lagi gagap teknologi. Dengan integrasi sistem digital: ?Penghimpunan Legal: Terhindar dari tuduhan pungli karena memiliki SK resmi. ?Pencatatan Negara: Dana zakat/infak masjid berkontribusi langsung pada angka penurunan kemiskinan nasional. ?Transparansi Mutlak: Muzakki dapat memantau penggunaan dana secara real-time. ?Dunia kini melihat, dari Kota Jambi, sebuah model perlindungan sosial berbasis masjid yang kuat, legal, dan digital sedang dibangun. Ini adalah pesan bagi dunia bahwa Islam adalah agama yang rapi dalam administrasi dan hebat dalam implementasi
BERITA05/02/2026 | uspdl
Menanam Benih Surga Sejak Dini: BAZNAS Kota Jambi Gelar Simulasi Manasik Zakat Bersama Bunda PAUD di IAIMA
Menanam Benih Surga Sejak Dini: BAZNAS Kota Jambi Gelar Simulasi Manasik Zakat Bersama Bunda PAUD di IAIMA
KOTA JAMBI – Sebuah langkah besar untuk masa depan umat baru saja diukir di Aula Kampus IAIMA Jambi, Kamis (05/02/2026). Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti ruangan saat puluhan Bunda PAUD se-Kota Jambi berkumpul bukan sekadar untuk pertemuan biasa, melainkan untuk sebuah misi mulia: Simulasi Manasik Zakat. Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru di bawah kepemimpinan Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam upaya membumikan syariat zakat sejak usia dini. Membangun Karakter Dermawan dari Akar Bunda PAUD adalah ujung tombak pendidikan karakter. Melalui simulasi ini, BAZNAS Kota Jambi ingin memastikan bahwa anak-anak di Kota Jambi tidak hanya mengenal rukun Islam secara lisan, tetapi merasakannya melalui tindakan nyata berbagi. "Kita sedang menanam benih peradaban. Jika sejak kecil anak-anak kita sudah akrab dengan indahnya berzakat, maka kelak mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki jiwa sosial yang menggetarkan langit," ujar Dr. Padli dalam pesan penuh semangatnya. Kolaborasi Strategis di Kampus IAIMA Pemilihan lokasi di Kampus IAIMA bukan tanpa alasan. Ini adalah wujud nyata kolaborasi akademis dan praktis. Staf profesional BAZNAS Kota Jambi turun langsung menjadi koordinator, memandu para Bunda PAUD dalam memahami tata cara zakat yang benar, untuk kemudian ditularkan kepada anak didik mereka. Manasik Zakat ini dirancang dengan metode yang ceria namun bermakna, mengajarkan bahwa di setiap harta yang kita miliki, ada hak orang lain yang harus ditunaikan. Zakat Sebagai Gaya Hidup Baru Melalui transformasi digital dan edukasi masif seperti ini, BAZNAS Kota Jambi bercita-cita menjadikan "Sadar Zakat" sebagai gaya hidup masyarakat Jambi, dimulai dari bangku sekolah PAUD. Kegiatan yang ditutup dengan doa bersama ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan kemanusiaan yang lebih besar di Tanah Pilih Pesako Betuah. Karena sesungguhnya, tangan yang memberi selalu lebih mulia, dan hati yang peduli adalah kunci keberkahan kota
BERITA05/02/2026 | uspdl
Menjemput Harapan di Bakung Jaya: BAZNAS Kota Jambi Respon Cepat Kondisi Memprihatinkan Ibu Yusna
Menjemput Harapan di Bakung Jaya: BAZNAS Kota Jambi Respon Cepat Kondisi Memprihatinkan Ibu Yusna
KOTA JAMBI – Kabar duka tentang kemanusiaan kembali mengetuk pintu hati kita. Di tengah hiruk-pikuk kota, seorang ibu bernama Ibu Yusna, warga RT 41 Kelurahan Bakung Jaya, terbaring tak berdaya akibat serangan saraf kejepit yang hebat. Pada Kamis, 5 Februari 2026, tim survei lapangan BAZNAS Kota Jambi mendapati pemandangan yang menyayat hati. Ibu Yusna hanya bisa terbaring lemas di atas kasur yang sudah tidak layak, yang justru memperburuk kondisi saraf kejepitnya. Tanpa penanganan medis yang memadai dan fasilitas tidur yang menunjang, kesembuhan seakan menjadi mimpi yang jauh bagi beliau. Respon Cepat Sang Ketua Mendengar hasil laporan survei tersebut, Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I., langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan tindakan darurat. "Kita tidak boleh membiarkan satu pun warga Kota Jambi menderita sendirian dalam kesakitan. Kasus Ibu Yusna adalah prioritas. Kami akan segera mengupayakan bantuan medis dan memberikan tempat tidur yang layak (orthopedic) agar proses pemulihannya berjalan baik," tegas Dr. Padli. Rencana Tindak Lanjut Nyata BAZNAS Kota Jambi tidak hanya sekadar mendata, namun langsung bergerak dengan langkah strategis: * Intervensi Medis: Berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk pemeriksaan intensif saraf kejepit Ibu Yusna. * Bantuan Fasilitas: Pengadaan perlengkapan tidur khusus yang sesuai dengan standar medis pasien saraf kejepit. * Pendampingan Berkelanjutan: Memantau perkembangan kesehatan Ibu Yusna hingga beliau mampu beraktivitas kembali. Zakat Anda, Harapan Mereka Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Jambi adalah nyawa bagi mereka yang sedang berputus asa. Melalui transformasi digital yang sedang dijalankan, BAZNAS berkomitmen agar bantuan seperti untuk Ibu Yusna dapat tersalurkan dengan Tepat, Cepat, dan Akurat. Semoga melalui tangan-tangan orang baik di Kota Jambi, Ibu Yusna dapat segera pulih dan tersenyum kembali.
BERITA05/02/2026 | uspdl
Menembus Kabut di Seberang: Saat Negara dan Kemanusiaan Menolak Lupa
Menembus Kabut di Seberang: Saat Negara dan Kemanusiaan Menolak Lupa
KOTA JAMBI – Di pinggiran Danau Teluk, di mana riak air seringkali lebih nyaring daripada suara kaum marginal, sebuah narasi tentang martabat manusia sedang ditulis ulang. Di RT 03, Kelurahan Tanjung Pasir, kemiskinan dan keterbatasan fisik bukan lagi sekadar statistik di atas meja birokrasi, melainkan sebuah medan tempur bagi solidaritas sosial. Rabu (4/2/2026), menjadi saksi saat BAZNAS Kota Jambi merobek keterbatasan akses tersebut. Bukan sekadar seremonial, kehadiran mereka membawa misi tunggal: Keadilan bagi mereka yang terpinggirkan. Kursi Roda sebagai Simbol Perlawanan Bagi Ibu Sauna, dunia selama ini mungkin hanya seluas dinding rumahnya. Namun, hari itu, sebuah kursi roda tiba bukan sebagai pemberian cuma-cuma, melainkan sebagai hak yang akhirnya tertunaikan. Bantuan dari Program Jambi Kota Sehat ini adalah pukulan telak bagi skeptisisme publik terhadap lembaga zakat. Dr. Muhammad Fadli, S.Pd.I., M.Pd., Ketua BAZNAS Kota Jambi, turun langsung ke lapangan. Ia tidak datang sendirian; kehadiran Camat Danau Teluk di sisinya mengirimkan pesan "garang" kepada warga: Bahwa negara dan lembaga umat hadir, masuk ke lorong-lorong sempit, dan tidak membiarkan satu pun warga berjuang sendirian. > "Ini bukan tentang kemurahan hati, ini tentang kewajiban mengembalikan kemandirian manusia. Zakat adalah bahan bakar untuk mesin perubahan sosial," tegas Dr. Muhammad Fadli di tengah penyerahan yang penuh emosi tersebut. Jambi Kota Sehat: Lebih dari Sekadar Slogan Langkah BAZNAS kali ini membuktikan bahwa Tanah Pilih Pesako Betuah bukan hanya slogan hiasan. Di Tanjung Pasir, sinergi ini bekerja melampaui sekat-sekat administratif. | Dimensi Penyaluran | Analisis Pergerakan | | Aksi | Penyerahan Kursi Roda secara Direct-to-Home | | Lokasi | Tanjung Pasir (Kawasan Seberang Kota Jambi) | | Lini Masa | 4 Februari 2026 — Puncak Sinergi Lokal | | Target | Restorasi Mobilitas dan Kualitas Hidup | Akhir dari Sebuah Penantian Bantuan ini adalah peringatan bagi kita semua bahwa di balik gemerlap pembangunan kota, masih ada Ibu Sauna lainnya yang menanti uluran tangan. BAZNAS Kota Jambi telah menetapkan standar baru dalam pelayanan umat: Cepat, Tepat, dan Bermartabat. Laporan ini bukan sekadar penutup agenda, melainkan panggilan bagi seluruh masyarakat untuk terus menyulut api zakat dan infak. Karena pada setiap putaran roda yang diberikan kepada Ibu Sauna, di sanalah harapan sebuah peradaban yang lebih adil mulai berputar.
BERITA04/02/2026 | uspdl
Memulihkan Harapan di Jantung Kota: Sinergi BAZNAS dan Pemkot Jambi untuk Kemanusiaan
Memulihkan Harapan di Jantung Kota: Sinergi BAZNAS dan Pemkot Jambi untuk Kemanusiaan
KOTA JAMBI – Kemiskinan dan keterbatasan fisik bukanlah alasan bagi seorang warga untuk kehilangan martabatnya. Di bawah langit Kelurahan Suka Karya, sebuah aksi nyata kembali membuktikan bahwa kepedulian bukan sekadar retorika, melainkan napas kehidupan bagi mereka yang membutuhkan. Pada Rabu (4/2/2026), melalui Program Jambi Kota Sehat, BAZNAS Kota Jambi kembali menyapa akar rumput. Sebuah langkah konkret diambil dengan menyalurkan bantuan berupa satu unit kursi roda kepada Bapak Mulyadi, warga RT 05, Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kota Baru. Sinergi Tanpa Batas Penyaluran ini bukan sekadar penyerahan barang, melainkan simbol hadirnya negara dan lembaga zakat di tengah kesulitan rakyat. Kehadiran Wakil Wali Kota Jambi dalam agenda ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan kesejahteraan sosial merata hingga ke lorong-lorong kota. Mendampingi secara langsung, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Jambi, Bapak Sanandar, S.E., M.E., menyatakan bahwa bantuan ini adalah amanah umat yang dikelola untuk mengembalikan kemandirian dan senyum para mustahik. "Zakat bukan hanya soal angka, tapi soal bagaimana kita memastikan saudara kita kembali memiliki mobilitas untuk menjalani hidup dengan lebih layak," ungkap perwakilan BAZNAS di sela-sela kegiatan. Melampaui Sekadar Bantuan Bagi Bapak Mulyadi, kursi roda ini adalah jendela baru menuju dunia luar. Di tengah keterbatasan, bantuan ini menjadi bukti bahwa solidaritas di Kota Jambi tetap menyala, menantang segala bentuk pengabaian terhadap kaum dhuafa. Melalui langkah kecil yang elegan ini, BAZNAS Kota Jambi kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya sebagai bahan bakar utama mesin kemanusiaan di tanah Tanah Pilih Pesako Betuah.
BERITA04/02/2026 | qee
Perkuat Barisan Amil, BAZNAS Kota Jambi Gelar Pelatihan Manasik Zakat & Fundraising 2026 bagi Relawan REZIS
Perkuat Barisan Amil, BAZNAS Kota Jambi Gelar Pelatihan Manasik Zakat & Fundraising 2026 bagi Relawan REZIS
KOTA JAMBI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi secara resmi menggelar kegiatan "Pelatihan Manasik Zakat & Fundraising 2026" bertempat di Odua Weston Hotel, Selasa (3/2/2026). Pelatihan intensif ini diikuti oleh para Relawan Zakat Infaq Shadaqah (REZIS) Kota Jambi guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam melayani umat. ?Hadir sebagai pemateri utama dalam sesi strategi pengumpulan dana adalah Wakil Ketua I BAZNAS Kota Jambi, Fakhruddin, SE. Selaku pimpinan yang membidangi pengumpulan (fundraising), beliau membagikan wawasan strategis kepada seluruh peserta yang hadir. ?Latar belakang profesional Wakil Ketua 1, Fakhruddin, SE menjadi nilai tambah dalam pelatihan ini. Dengan rekam jejak yang panjang di sektor swasta, mulai dari pengalaman sebagai General Affairs (GA) Manager, hingga posisi strategis di industri asuransi dan sektor lainnya, beliau mentransformasi teknik fundraising konvensional menjadi lebih modern, terukur, dan profesional. ?Dalam materinya, Fakhruddin menekankan pentingnya membangun kedekatan dengan muzakki (pendekatan customer-centric) dan manajemen jaringan yang efektif. "Relawan REZIS bukan sekadar pengumpul zakat, melainkan representasi lembaga yang harus memiliki mentalitas profesional, integritas tinggi, dan kemampuan komunikasi yang meyakinkan layaknya standar manajerial di dunia swasta," tegasnya. ?Selain materi fundraising, para relawan juga dibekali dengan kurikulum Manasik Zakat. Materi ini bertujuan agar relawan mampu menjadi mentor bagi masyarakat, memberikan simulasi praktis mengenai tata cara perhitungan zakat yang benar sesuai kaidah syariat. ?Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhammad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I, dalam sambutannya berharap sinergi antara pemahaman syariat dan teknik profesional yang diajarkan mampu melahirkan amil yang tangguh. "Kombinasi keahlian manajerial dari Pak Fakhruddin dan penguasaan konsep Manasik Zakat akan menjadikan REZIS sebagai ujung tombak yang kredibel di tengah masyarakat Jambi," pungkasnya.
BERITA03/02/2026 | qee
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Jambi.

Lihat Daftar Rekening →