WhatsApp Icon

Menjemput Berkah di Ujung Jalan: Cerita Hangat Safari Ramadhan BAZNAS Kota Jambi dan Ponpes Asad di Bayung Lencir

03/03/2026  |  Penulis: Humas Baznas Kota Jambi

Bagikan:URL telah tercopy
Menjemput Berkah di Ujung Jalan: Cerita Hangat Safari Ramadhan BAZNAS Kota Jambi dan Ponpes Asad di Bayung Lencir

Masjid Al-Ikhsan, Desa Wonorejo, Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera SelatN

Musi Banyuasin – Ramadhan bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan haus, tapi waktu untuk merajut persaudaraan yang melintasi batas wilayah. Semangat inilah yang dibawa oleh rombongan Pondok Pesantren As’ad bersama BAZNAS Kota Jambi saat menyambangi Masjid Al-Ikhsan, Desa Wonorejo, Bayung Lencir, Musi Banyuasin.

Bagi Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhammad Fadli, M.Pd.I, perjalanan ini lebih dari sekadar tugas. Ini adalah perjalanan hati.

Di tengah hangatnya jamaah Desa Wonorejo yang menyambut dengan senyum tulus, Pak Fadli mengungkapkan motivasi terdalamnya. Baginya, melihat wajah-wajah penuh harap dan semangat ibadah warga di sini adalah pengingat bahwa kebaikan tidak boleh berhenti di satu titik saja.

"Melihat antusiasme warga di sini, saya tersadar bahwa sejatinya kita semua bersaudara dalam iman. Safari Ramadhan ini bukan cuma soal menyampaikan syiar, tapi soal bagaimana kita saling menguatkan, bahwa di luar sana, masih banyak tangan yang ingin berbagi dan hati yang siap menerima," ujar Pak Fadli dengan nada yang teduh.

Suasana malam itu benar-benar menyentuh. Setelah shalat Tarawih berjamaah, Masjid Al-Ikhsan mendadak terasa seperti ruang kelas yang penuh hikmah. Tiga santri dari Pondok Pesantren As’ad—Azzahra, Adli, dan Ferisha—maju ke depan. Dengan suara yang jernih dan penuh kerendahan hati, mereka berbicara tentang keikhlasan. Tak sedikit jamaah yang mengangguk, tertegun, seolah diingatkan kembali oleh pesan-pesan yang dibawa generasi muda ini.

Momen semakin syahdu saat Tuan Guru Awaluddin, M.Pd.I, menyampaikan Mau’idzah Hasanah. Beliau mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai "madrasah" atau sekolah kehidupan. Pesannya sederhana namun menohok: Ramadhan adalah latihan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bukan hanya selama sebulan, tapi untuk sepanjang sisa usia.

Bagi Pak Fadli, momen paling berkesan adalah saat doa dipanjatkan. Ia melihat bagaimana tangan-tangan masyarakat Desa Wonorejo terangkat tinggi, menyatu dengan doa para santri dan guru-guru pesantren. Ada harapan yang terbang ke langit di sana—harapan akan keberkahan, keberlanjutan kebaikan, dan persaudaraan yang tak akan putus meski jarak memisahkan Jambi dan Musi Banyuasin.

Penyerahan cinderamata malam itu bukan sekadar pertukaran barang, melainkan simbol bahwa silaturahmi telah terbentuk. Saat acara ditutup dengan musafahah dan senyum keakraban, tampak jelas bahwa lelahnya perjalanan jauh seketika luruh digantikan oleh rasa syukur yang mendalam.

Safari Ramadhan ini memang akan berakhir, namun semangat berbagi yang ditanamkan malam itu di Desa Wonorejo diharapkan akan terus tumbuh. Seperti yang diharapkan Pak Fadli, semoga langkah kecil ini menjadi jembatan bagi kebaikan-kebaikan besar lainnya di masa depan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Jambi.

Lihat Daftar Rekening →