WhatsApp Icon

Mengetuk Pintu Langit dari Sudut Jambi: Ketika Sakit Berbenturan dengan Keterbatasan

18/02/2026  |  Penulis: Humas Baznas Kota Jambi

Bagikan:URL telah tercopy
Mengetuk Pintu Langit dari Sudut Jambi: Ketika Sakit Berbenturan dengan Keterbatasan

Petugas/Amil Baznas Kota Jambi

 

JAMBI – Di balik deru pembangunan kota, terselip kisah-kisah sunyi tentang perjuangan mempertahankan hidup. Pada Rabu, 18 Februari 2026, tim lapangan kembali menyusuri lorong-lorong kota, memotret realitas pahit yang dialami oleh saudara-saudara kita yang kini hanya bisa menggantungkan harapan pada uluran tangan sesama.

Dinding Kontrakan dan Harapan yang Lumpuh

Di sebuah rumah kontrakan di RT 21 Kelurahan Simpang Rimbo, Bapak Marten terbaring tak berdaya. Tubuhnya digerogoti sakit, sementara akses kesehatan formal seolah tertutup rapat karena BPJS yang ia miliki tidak lagi aktif. Tanpa penghasilan tetap dan beban biaya hidup keluarga yang terus berjalan, pengobatan medis menjadi kemewahan yang tak terjangkau. Bagi Bapak Marten, kesembuhan bukan sekadar soal obat, tapi soal keajaiban yang datang melalui kepedulian kita.

Keteguhan Seorang Mualaf di Tengah Komplikasi

Tak jauh dari sana, di RT 24 Kelurahan yang sama, Ibu Ira Kusova sedang bertaruh dengan rasa sakit. Sebagai seorang mualaf yang baru saja diizinkan pulang dari rumah sakit, ia harus menghadapi kenyataan bahwa penyakit komplikasi yang dideritanya membutuhkan pengobatan lanjutan yang berkelanjutan. Di tengah penghasilan suami yang hanya cukup untuk sesuap nasi dari kerja serabutan, Ibu Ira kini menanti sapaan kasih untuk menebus obat-obatan yang menjadi penyambung asanya.

Perjalanan Panjang Haikal Melawan Hidrosefalus

Kisah paling memilukan datang dari Pematang Sulur. Haikal Ihsan, seorang bocah mungil yang harus memikul beban berat akibat Hidrosefalus dan tumor otak. Jadwal kontrol medis ke Palembang sudah di depan mata, namun langkah keluarganya terhenti pada kekosongan biaya transportasi dan akomodasi. Ayah Haikal, seorang pekerja serabutan, hanya bisa menatap sang buah hati dengan doa, berharap ada tangan-tangan baik yang bersedia membantu keberangkatan mereka menjemput kesembuhan.

Sebuah Seruan Kemanusiaan

Ketiga potret di atas adalah bukti bahwa kemiskinan seringkali menjadi tembok tebal bagi akses kesehatan. Kondisi mereka bukan sekadar angka dalam laporan survei, melainkan panggilan bagi kita yang memiliki kelapangan rezeki untuk hadir sebagai solusi.

Zakat, infak, dan sedekah kita adalah instrumen yang mampu meruntuhkan tembok tersebut. Di meja-meja diskusi yang nyaman dan di tengah keberkahan hidup yang kita nikmati, terselip hak mereka untuk kembali sehat dan bermartabat.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Jambi.

Lihat Daftar Rekening →