WhatsApp Icon

MELAMPAUI JERUJI: Ketua Baznas Kota Jambi dan Ketua Lapas Jambi Rancang Arsitektur Sosial Baru

11/02/2026  |  Penulis: updli

Bagikan:URL telah tercopy
MELAMPAUI JERUJI: Ketua Baznas Kota Jambi dan Ketua Lapas Jambi Rancang Arsitektur Sosial Baru

Baznas Kota Jambi

MELAMPAUI JERUJI: Ketua Baznas Kota Jambi dan Ketua Lapas Jambi Rancang Arsitektur Sosial Baru

JAMBI – Di jantung Kota Jambi, tepat di mana nadi pemasyarakatan berdenyut, sebuah dialog strategis yang melampaui batasan institusi baru saja ditorehkan. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Jambi, Bapak Syahroni, melakukan kunjungan resmi ke BAZNAS Kota Jambi untuk menemui Dr. Muhamad Padli Abdullah, sang nakhoda BAZNAS yang dikenal dengan pendekatan strategisnya.

Pertemuan yang berlangsung selama satu jam ini bukanlah sekadar kunjungan seremonial biasa. Ia adalah sebuah "Strategic Power Hour" yang berhasil menyatukan dua entitas berbeda dalam satu frekuensi: Restorasi Harkat dan Martabat Manusia.

Sinergi Intelektual: Membedah Irisan Kemanusiaan

Dalam diskusi yang hangat namun bernas tersebut, Dr. Muhamad Padli Abdullah menekankan bahwa peran BAZNAS di bawah kepemimpinannya melampaui sekadar penyaluran bantuan. Beliau melihat Lapas Kelas I Jambi bukan sebagai wilayah terisolasi, melainkan ekosistem potensial untuk menjalankan misi kemanusiaan yang sistemik.

"Zakat dan pemasyarakatan memiliki tujuan akhir yang sama: Kemandirian. Lapas memperbaiki karakter jiwa, dan BAZNAS memperkuat pilar ekonomi. Ketika keduanya bertemu, kita sedang membangun fondasi masa depan bagi mereka yang sedang berupaya kembali ke masyarakat," ujar Dr. Muhamad Padli Abdullah.

Poin Strategis Perjanjian Kerja Sama (PKS)

Diskusi mendalam ini langsung membuahkan kesepakatan untuk segera meresmikan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup tiga pilar transformasi:

  1. Transformasi Ekonomi (Mustahik ke Muzakki): BAZNAS akan mengintervensi program UMKM dan pelatihan bagi keluarga warga binaan serta mereka yang telah selesai masa pembinaannya. Tujuannya adalah memastikan mereka memiliki daya saing ekonomi agar tidak kembali ke lubang kemiskinan yang memicu kriminalitas.

  2. Ekosistem Muzakki Internal: Optimalisasi tata kelola ZIS bagi aparatur di lingkungan Lapas Kelas I Jambi sebagai bagian dari penguatan spiritualitas dan profesionalisme kerja.

  3. Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net): Kehadiran BAZNAS sebagai jembatan bagi aspek sosiologis warga binaan yang sering kali tidak terjangkau oleh anggaran negara, memastikan "Hak untuk Hidup Layak" tetap terjaga.

Visi "Jambi Kota Bahagia" Tanpa Sekat

Bapak Syahroni mengapresiasi visi terbuka yang ditawarkan oleh BAZNAS. Ia mengakui bahwa sinkronisasi data terkait mustahik dan muzakki di lingkungan Lapas akan menjadi preseden baru dalam tata kelola sosial di Jambi.

Menutup pertemuan tersebut, Dr. Muhamad Padli Abdullah menegaskan komitmennya: "Kita ingin memastikan tidak ada satu pun warga Jambi—termasuk mereka yang berada di balik jeruji—merasa 'yatim' atau diabaikan oleh kotanya sendiri. Melalui PKS ini, kita proklamasikan bahwa Jambi Kota Bahagia adalah milik semua golongan."

Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi model nasional tentang bagaimana instansi vertikal dan lembaga filantropi Islam dapat bersinergi secara destruktif terhadap angka kemiskinan dan keterpurukan sosial.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Jambi.

Lihat Daftar Rekening →