Eskalasi Spiritual di Tepian Batanghari: Ribuan Santri As'ad Merajut Syawal dalam Syahdu Halal Bihalal
30/03/2026 | Penulis: Humas Baznas Kota Jambi
Dokumentasi Baznas Kota Jambi
JAMBI, 29 Maret 2026 — Gemuruh rindu berpadu dengan lantunan selawat memecah keheningan pagi di Kampus 1 (Kampus Induk) Pondok Pesantren As'ad, Olak Kemang, Danau Teluk, Kota Jambi. Tepat pada hari Ahad yang bertepatan dengan 9 Syawal 1447 H, ribuan pasang mata santri yang baru purna dari libur panjang kembali bertaut dalam sebuah majelis mulia bertajuk Halal Bihalal.
Acara ini bukan sekadar ritus seremonial berkumpulnya manusia, melainkan sebuah simfoni spiritual yang mengharu biru, mengikat kembali hati-hati yang sempat berjarak oleh waktu.
Gemuruh Kebanggaan dan Syahdu Selawat
Rangkaian acara dibuka dengan tabuhan hadrah dari santri putra yang mengalunkan ragam selawat Nabi, menggetarkan dada dan membawa kedamaian bagi siapa saja yang hadir. Ditambah suara yang apik yang diramu sound system seura semuringah dibawah paduan masteroe sopan ust Ahmad Wahyudi.
Suasana kian syahdu saat lantunan Ummul Qur’an (Surah Al-Fatihah) dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang menggema di langit Olak Kemang.
Puncak emosional dari perjumpaan ini terjadi saat ribuan santri berdiri tegak menyanyikan Mars As'ad dan lagu kebanggaan madrasah, Al-Hurriyah. Suara mereka meresonansikan kebanggaan yang mengakar kuat, sebuah penegasan identitas bahwa di dalam dada mereka mengalir darah juang para ulama pendahulu.
Suka Cita Santri dan Tatapan Keibuan Sang Pimpinan
Di atas mimbar kehormatan, hadir Ketua Yayasan, H. Muhammad Baiquni Haqqi, yang membawa wibawa kepemimpinan dan pengayoman bagi seluruh civitas academica.
Dalam momen yang sarat makna tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren As'ad, Dra. Hj. Hidayah, menyampaikan sambutannya dengan tatapan keibuan yang meneduhkan. Menyapu pandangan ke arah ribuan santri, beliau menyambut kembalinya para pencari ilmu ini ke "kawah candradimuka". Suka cita tergambar jelas di wajah para santri; senyum kerinduan untuk kembali menyelami lautan turats dan keberkahan kiai memancar setelah sejenak mereka kembali ke pangkuan keluarga di kampung halaman.
Turut hadir menambah bobot acara, Ketua Baznas Kota Jambi. Kehadiran beliau melengkapi harmoni kebersamaan hari itu. Sebagai bagian dari sejarah panjang pesantren, wajah-wajah alumni, jajaran majelis guru, hingga para dosen Ma'had Aly memancarkan rasa haru dan kebanggaan yang mendalam. Momen ini membuktikan bahwa As'ad bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan rahim spiritual yang tak pernah berhenti merekatkan anak-anaknya.
Timbangan Syariat: Mengakar pada Dalil, Berbuah Pemaafan
Tradisi Halal Bihalal di Kampus 1 PP As'ad ini bukanlah semata produk budaya, melainkan pengejawantahan dari syariat Islam yang kukuh. Ia berdiri di atas empat pilar hukum ketuhanan:
* Al-Qur'an: Allah ? secara tegas memerintahkan umat-Nya untuk menyambung tali persaudaraan pasca-penempaan takwa, sebagaimana termaktub dalam QS. An-Nisa: 1, "...dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi..."
* Hadits: Dalam lanskap kenabian, Rasulullah ? memberikan garansi sosiologis-eskatologis, "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim). Pertemuan ribuan santri dan asatidz ini adalah bentuk nyata dari ikhtiar menjemput keberkahan usia dan ilmu.
* Ijma' (Konsensus Ulama): Para ulama ber-ijma' bahwa Hablum Minallah (hubungan dengan Allah) yang telah dibersihkan selama Ramadan tidak akan sempurna jika Hablum Minannas (hubungan antarmanusia) masih menyisakan residu kezaliman. Kesepakatan ulama mensyaratkan bahwa taubat atas dosa kepada sesama manusia wajib disertai dengan permintaan maaf secara langsung.
* Qiyas (Analogi Hukum): Secara Ushul Fiqh, Halal Bihalal di-qiyas-kan dengan prosesi Tahallul dalam ibadah Haji. Jika Tahallul menghalalkan kembali apa-apa yang diharamkan selama ihram, maka Halal Bihalal "menghalalkan" kembali hubungan yang sempat terbekukan oleh khilaf, mengubah dosa menjadi ampunan, dan prasangka menjadi doa.
Halal Bihalal di bumi As'ad hari ini telah menjadi saksi bahwa ilmu dan adab berjalan beriringan. Syawal tidak hanya dirayakan dengan lisannya, tetapi dihujamkan maknanya ke dalam kalbu setiap santri, guru, dan para kiai.
Berita Lainnya
Berurai Air Mata di Pelukan Iman: Erni Syahadat di Masjid Ibadurrahman, Pimpinan Baznas Kota Jambi Jadi Saksi
Wujud Kepedulian, BAZNAS Kota Jambi Salurkan Paket Logistik untuk Keluarga Almarhum Hepni Saib
Ringankan Beban Warga, BAZNAS Kota Jambi Salurkan Bantuan Pengobatan untuk Pasien Diabetes
Kado Ramadhan 1447 H: BAZNAS Kota Jambi Sabet Juara Nasional dan Buktikan Aksi Nyata Zakat Tepat Sasaran di Z Corner
Wujudkan Kepedulian Menjelang Idul Fitri, BAZNAS Kota Jambi Salurkan Bantuan Mustahiq Ramadhan bagi Penyandang Disabilitas
Dua Puluh Tahun Lumpuh dalam Sepi: Zakat Anda Jadi Harapan Baru bagi Bapak Jamin di Bawah Asuhan Sang Imam
Menjemput Cahaya Kemenangan dari Puncak Mahligai: Sinergi Ulama dan Umara Jambi dalam Rukyatul Hilal 1447 H
Transformasi Zakat Produktif: Mekanik Z-Auto Kawal Keselamatan Pemudik 2026
Harmoni Budaya di Langit Selawat: Syahdu Halal Bihalal Pujakesuma Jambi di Banjuran Budayo
Mudik Aman dan Nyaman: BAZNAS Kota Jambi Hadirkan Posko Mudik dengan Servis & Ganti Oli Gratis!
Keteladanan Pemimpin di Bulan Suci: Walikota Jambi dan Para Aghniya Galang Kekuatan Zakat untuk Kemandirian Umat
BAZNAS Kota Jambi Salurkan Paket Logistik untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Thehok
Manifesto Kemanusiaan dari Tanah Jambi: Membelah Ego, Menanam Jiwa
Baznas Kota Jambi Salurkan Zakat kepada 300 Mustahiq Bersama UPZ Kemenag Kota Jambi
H-3 Lebaran: Oase Kebaikan di Jalur Mudik, BAZNAS Kota Jambi Gandeng Bank 9 Jambi Syariah Manjakan Pengendara

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Jambi.
Lihat Daftar Rekening →